Warga Tempel Foto Artis Korea Lawan Anak Pramono di Kediri

Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) menemukan sejumlah kejadian unik selama proses pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Mulai dari pemilih memilih dengan mencontreng hingga pemilih menempel foto di kolom hambar calon tunggal.

“Ada kejadian unik, pemilih menempel gambar di kolom kosong pada surat suara paslon tunggal. Foto-foto, enggak tahu (siapa), artis kali ya, Korea-Korea, ” kata Anggota Bawaslu Mochamad Afifudin dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal Bawaslu RI di Youtube, Rabu (9/12).

Dari gambar dengan didapatkan CNNIndonesia. com , penempelan foto bukan paslon  di surat suara itu dilakukan di Pilkada  Kediri  2020.


Calon sendiri terjadi di  Pilkada  ini anak sulung Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramana, yang ganda dengan Dewi Maria Ulfa, melayani kotak kosong.

Akhirnya, surat suara hanya mencantumkan paslon  tersebut di sebelah kiri & kolom kosong tanpa foto di sebelah kanan. Kolom kosong ini lah yang diisi oleh warga secara foto artis.

Selain itu, Bawaslu juga menemukan masih ada pemilih yang memilih secara mencontreng menggunakan pulpen. Afif memeriksa, banyak masyarakat salah paham terkait imbauan membawa pulpen sendiri ke TPS.

Padahal, imbauan membawa pulpen tersebut agar pemilih tidak saling menyelang pulpen ketika menandatangani kehadiran buat mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Kemudian, Bawaslu juga masih menemukan surat suara dengan tertukar. Salah satunya terjadi dalam Kabupaten Bangka Tengah dengan Kabupaten Pesisir Barat.

“Ini terjadi karena surat suara dicetak di tempat yang sama. Itu sangat mungkin terjadi, ” tuturnya.

Tidak hanya itu, Bawaslu juga merekam masih ada sejumlah TPS yang tidak memiliki bilik khusus bagi pemilih bersuhu 37, 3 taraf Celcius ke atas. Bilik istimewa ini sejatinya menjadi persyararan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) buat mencegah penularan Covid-19.

Kemudian, TPS di sejumlah wilayah juga mengalami banjir dan rusak diterjang angin kencang akibat cuaca buruk, sehingga logistik dan tulisan suara rusak.

“Barusan kami dapat video dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, proses penghitungan akhirnya terhenti, terganggu, karena adanya TPS roboh dan lain-lain. Kedudukan seperti ini tidak diinginkan tapi enggak bisa dihindari, ” ungkapnya.

(dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]