Varian Delta Melonjak, Afsel Pertimbangkan Pembatasan Ketat

Jakarta, CNN Indonesia —

Afrika Selatan   mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan kegiatan yang bertambah ketat imbas dari meningkatnya penularan  virus corona   varian Delta yang sangat menular.

Menurut keterangan pemerintah dan ilmuwan, negara bagian dengan situasi paling parah pada Afrika mencatat terjadi 18. 762 infeksi baru di dalam Sabtu (26/6).

Ini merupakan angka harian tertinggi sejak Januari. Sehingga, total kasus yang dikonfirmasi laboratorium menjadi 1. 895. 905, di mana 59. 621 di antaranya berpengaruh fatal.


“Kami berada dalam fase eksponensial pandemi dengan total yang tumbuh sangat, sangat, sangat cepat dan hendak terus bertambah dalam kurang minggu ke depan, ” jelas Tulio de Oliveira dari Jaringan Pengawasan Genom di Afrika Selatan dalam pertemuan virtual.

Untuk menyekat penyebaran, “kita perlu melaksanakan pembatasan yang lebih bersusah-susah dan lebih ketat… dan itu perlu dilakukan cepat, ” ujar Koleka Mlisana, Kepala Komite Penasihat Kementerian untuk Covid-19.

Pejabat kesehatan di segenap dunia waspada dengan cepatnya penularan virus corona varian Delta yang pertama kala merebak di India.

Sebelumnya, Kepala Sistem Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa Delta adalah varian Covid yang paling menular dan sekarang telah mencapai setidaknya 85 negara.

(eks)

[Gambas:Video CNN]