Usai TikTok, Trump Incar Perusahaan Chip Terbesar China

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah  Amerika Serikat (AS) tengah mengingat untuk memberlakukan pembatasan ekspor di dalam Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen semikonduktor atau  chip terbesar di China .

Bagian Pertahanan AS juga sedang membahas mengenai apakah SMIC harus ditambahkan ke daftar entitas Departemen Perdagangan, yang pada dasarnya membatasi perusahaan tersebut untuk menerima barang terbatas yang dibuat di AS.

Melansir CNBC, Departemen Pertahanan AS bekerja dengan antar institusi dalam menilai informasi yang ada untuk menentukan apakah tindakan SMIC masuk ke dalam Daftar Entitas Departemen Perdagangan.



“Tindakan seperti itu mau memastikan bahwa semua ekspor ke SMIC akan menjalani tinjauan dengan lebih komprehensif, ” ujar ahli bicara Departemen Pertahanan AS.

Tindakan tadbir Presiden Donald Trump, adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan perusahaan teknologi China dan bakal menandai eskalasi besar dalam pertempuran teknologi antara Washington dan Beijing.

Pejabat AS telah lama mengeluh bahwa perusahaan teknologi China terikat pada pemerintah China. Hubungan itu berdampak pada penyatuan informasi sensitif pengguna teknologi China untuk pemerintah China. Partai Komunis China yang berkuasa sebelumnya mengatakan tidak terlibat dalam spionase industri.

Sebuah laporan kamar lalu oleh SOS International, kontraktor pertahanan yang berbasis di Virginia mengklaim SMIC memiliki hubungan dengan sektor pertahanan China. SOS selalu mengatakan peneliti militer China telah mengungkapkan dalam makalah penelitian bahwa mereka menggunakan teknologi SMIC untuk memproduksi cip.

Dalam sebuah pernyataan, SMIC mengaku betul terkejut dan bingung dengan informasi tudingan tersebut. Perusahaan mengklaim cuma menyediakan layanan untuk pengguna akhir sipil dan komersial.

“Kami tidak memiliki hubungan dengan militer China. Perkiraan apa pun tentang hubungan Perusahaan dengan militer China adalah penjelasan yang tidak benar dan dakwaan palsu, ” kata SMIC.

“SMIC terbuka untuk koneksi yang tulus dan transparan dengan badan Pemerintah AS dengan tumpuan menyelesaikan potensi kesalahpahaman, ” tulis perusahaan itu.

Melansir CNA, rencana pembatasan ekspor sebab Departemen Pertahanan AS dinilai dapat menghancurkan harapan China untuk menggelar industri semikonduktor mandiri melalui SMIC. Tak hanya itu, tindakan tersebut bisa semakin meningkatkan pertengkaran China-AS.

“Perusahaan bisa bangkrut dalam beberapa tahun, ” sebutan analis Mark Li.

Seperti   Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (TSMC) dan kongsi sejenis lainnya, SMIC bergantung pada sejumlah perusahaan yang berbasis dalam AS, seperti Applied Materials, untuk mendapatkan peralatan produksi utama.

Perusahaan riset Jefferies apalagi memperkirakan bahwa sekitar setengah dibanding pemasok SMIC adalah Amerika.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]