Urusan Wali Kota Pasuruan, KPK Memasukkan Rp977 Juta ke Kas Negara

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Pemberantasan Manipulasi ( KPK ) menyetorkan uang kompensasi Rp250 juta dan uang substitusi Rp727 juta ke kas negeri atas nama terpidana eks Wali Kota Pasuruan   Setiyono.

KPK melakukan itu sebagai bentuk penyelamatan aset negara menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3781 K/Pid. Sus/2019 tanggal 4 Desember 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Jaksa Eksekusi Andry Prihandono, Rabu (17/6), telah melaksanakan pembayaran uang dam sejumlah Rp250 juta dan pembalasan uang pengganti sejumlah Rp727 juta ke kas negara sebagai arahan negara bukan pajak dari pengerjaan perkara tindak pidana korupsi, ” ujar Pelaksana Tugas Juru Kata Penindakan KPK, Ali Fikri, di keterangan tertulis, Rabu (24/6).


Ali menerangkan penyetoran uang tersebut ditransfer sebab hasil pembukaan blokir rekening dalam Bank Jatim milik Setiyono ke rekening bendahara penerimaan KPK pada Biro Keuangan KPK.

“Pembayaran uang denda dan uang pengganti tersebut setelah adanya pengesahan pembukaan blokir dari JPU KPK, ” ucapnya.

Sebelumnya, Setiyono diputuskan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi karena menyambut suap terkait proyek Pusat Servis Terpadu Koperasi Usaha Mikro Mungil Menengah (PLUT-KUKM). Ia dihukum dengan 3, 5 tahun pidana kurungan dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Setiyono juga dihukum dengan pidana bunga berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp727 juta. Apabila terpidana tidak membayar uang pengganti paling periode sebulan setelah putusan berkekuatan kaidah tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang buat menutupi uang pengganti kerugian keuangan negara.

“Apabila kekayaan benda Terpidana tidak mencukupi buat membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara semasa 1 tahun, ” ujar Ali.

(ryn/bmw)

[Gambas:Video CNN]