Trik Agar Tetap Kreatif di Tengah Pandemi

Jakarta, CNN Nusantara —

Pandemi Covid-19 merupakan situasi luar biasa dengan membuat orang merasa terganggu atau tertekan. Namun, kondisi yang ditimbulkan pandemi ternyata dapat memicu kreativitas.

Penerapan pembatasan sosial, protokol kesehatan, serta adaptasi istiadat baru mendorong kreativitas sejumlah artis yang selama ini ‘dikandangkan’. Itu banyak memanfaatkan kecanggihan teknologi serta media terdekat yang mudah dijangkau.

Tidak kurang, penulis Tisna Sanjaya dan pegiat literasi Maman Nugraha pun berbagi pedoman dalam menjaga kreativitas dan produktivitas di masa pandemi.


Tisna Sanjaya, pelukis yang pula merupakan dosen Fakultas Seni Cara dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), mengakui bahwa kegiatan di rumah saja dan keseharian bersama keluarga akhirnya menginspirasi buat mengkreasikan seni partisipatif dengan membawabawa keluarga.

Bagi Tisna, setidaknya ada empat tips supaya tetap produktif dan terus berkarya di tengah pandemi.

Pertama, ujarnya, mencintai keseharian sebab sangat menarik. Dia mengakui kalau secara sepintas, hari-hari yang dilalui setiap hari di rumah ibarat terasa sama, tetapi sebetulnya berbeda.

Kedua, menjadikan di setiap perubahan dan perbedaan adalah energi. Setiap keluar rumah bertemu karakter sekitar, bersosialisasi, dan bergaul secara hal-hal unik ataupun rumit harus menjadi spirit.

Ketiga, menjadikan setiap perubahan dan pertemuan itu sebagai hal seni yang merupakan bagian dari doa. Keempat, berfikir positif dan optimistis karena pandemi ini terjadi di semesta dunia, bukan hanya di Nusantara.

“Jadikan itu semua sebagai seni melalui doa. Seni untuk perubahan. Jika tidak seperti itu kita tidak suka cita, ” ujar Tisna dalam obrolan santai akhir pasar tentang ‘Kreativitas di Atas Covid-19’ di Media Center #SatgasCovid-19 Graha BNPB Jakarta pada Sabtu (17/10).

Sementara, pekerja literasi Maman Nugraha menyebut bahwa pekerja kreatif seharusnya tidak tenang, melainkan terus memutar otak buat tetap berkarya.

“Apapun yang terjadi, kolaborasi dan kreativitas tidak boleh berhenti. Ini saatnya teman-teman kreatif harus menunjukan berpunya beradaptasi dalam segala situasi biar dapat terus produktif, ” katanya.

Pria yang dekat disapa Kang Maman ini membagikan Rumus 7K untuk bertahan di situasi apapun, termasuk pandemi. Mengumumkan 7K itu yakni kemampuan hubungan yang baik secara oral maupun tulisan, kreativitas, keingintahuan yang tinggi, kritis dalam berpikir, kolaboratif, kepandaian untuk beradaptasi, dan kemampuan mengkaji.

Menurut Maman, beradaptasi menjadi fundamental di masa pandemi. Ia mencontohkan, dirinya mampu menerbitkan delapan buku. Karya ini hasil kolaborasi dengan generasi milenial. Contoh bentuk kreativitas lain, yakni bercocok tanam sehingga memunculkan tren flora Monstera Obliqua atau janda berlubang yang harga jualnya mencapai puluhan juta rupiah.

Selain 7K, khusus untuk dunia literasi, Maman menambahkan rumus tambahan yakni 5R yakni reader , riset, reliabel , reflektif, dan write .

“Kreativitas muncul karena kamu ‘ eader   atau pembaca yang baik, punya kemampuan penelitian yang tajam, reliabel   atau tinggi presisi, punya sudut pandang yang berbeda atau reflektif, serta terus menulis lah, write   secara benar, ” tegasnya.

(ang/rea)