Tenang di Balik Kedahsyatan Duel UFC 249 Ferguson vs Gaethje

Jakarta, CNN Indonesia — Laga  Tony Ferguson lawan Justin Gaethje   di UFC 249   layak jadi momentum kembalinya ajang olahraga di tengah pandemi corona. Namun ketiadaan penonton membuat pertarungan dahsyat tersebut terasa janggal.

Ferguson lawan Gaethje awalnya diragukan bisa sehebat duel Ferguson vs Khabib Nurmagomedov yang jadi perkara utaman UFC 249. Namun laga tersebut sukses mengundang decak heran banyak orang.

Selama lima ronde Ferguson dan Gaethje tetap menyajikan aksi tukar pukulan jadi membuat pertarungan berjalan penuh ketegangan. Kedua petarung tak satu biar memiliki niat untuk melangkah tertinggal di pertandingan ini.



Gaethje akhirnya keluar sebagai pemenang lewat keputusan TKO di ronde kelima setelah dua pukulan telaknya datang di wajah Ferguson.

Justin Gaethje, right, punches Tony Ferguson during an UFC 249 mixed martial arts bout, Saturday, May 9, 2020, in Jacksonville, Fla. (AP Photo/John Raoux) Duel Ferguson vs Gaethje  tanpa keriuhan penonton yang hadir di arena. (AP/John Raoux)

Beradu Ferguson vs Gaethje sangat cocok jadi ‘menu buka puasa’ para-para penggemar olahraga yang sudah tidak menyaksikan tayangan langsung olahraga semasa agak dua bulan.

Bila ada kekurangan di balik lagan UFC 249, hal itu merupakan ketiadaan penonton di arena. VyStar Veterans Memorial Arena yang berkapasitas hingga 15 ribu penonton sunyi. Mereka yang hadir di medan hanyalah perangkat pendukung pertandingan, mulai dari wasit, tim medis, tim pendukung petarung, tim broadcasting , dan fotografer.

Ketiadaan penonton di medan tentu sedikit mengurangi keseruan duel Ferguson vs Gaethje. Tak tersedia sorakan, teriakan, dan decak tercengang penonton yang biasanya menggema kurang detik setelah aksi spektakuler dikerjakan petarung di dalam octagon.

Duel Ferguson vs Gaethje benar-benar sunyi tanpa suara dari penonton. Yang terdengar hanya suara pukulan, teriakan pelatih, dan tendangan serta suara dari wasit dengan sesekali menyela pertarungan, plus bahana bel tanda sebuah ronde berakhir.

[Gambas:Video CNN]
Di tengah pandemi corona, UFC memang harus mengambil tiang paling aman di balik efek besar yang mereka tempuh untuk menyelenggarakan pertandingan.

Dengan kebijakan social distancing sebagai salah satu upaya ampuh untuk meredam penyaluran virus corona, Bos UFC Biaya White mengambil pilihan untuk menyelenggarakan laga tanpa penonton.

Tak ada lagi yang bisa diperdebatkan oleh UFC karena mereka memang sadar bahwa mimpi menyelenggarakan UFC dengan kehadiran penonton sedang jauh untuk direalisasikan saat itu. Pasalnya, untuk sekadar menggelar perlombaan saja, UFC butuh jalan berliku dan menghadapi banyak pertentangan sebelum berhasil menggelar laga di 9 Mei lalu.

Keberhasilan UFC menggelar lagan UFC 249 dalam 9 Mei lalu setidaknya bisa menjadi awal denyut nadi kehidupan olahraga tarung bebas tersebut.

Soal kembalinya keriuhan penonton pada arena, hal tersebut sepenuhnya bergantung pada situasi dunia menghadapi pandemi corona. Namun setidaknya, meski bukan hadir di arena, penggemar olahraga mulai kembali bisa menyaksikan aksi-aksi petarung MMA, meski saat terkait baru sekadar lewat layar kaca. (ptr/har)