TemukanKetidaktaatan Prokes, Walkot Makassar Menggugat Tutup Mal

Makassar, CNN Indonesia —

Wali Kota Makassar , Sulawesi Daksina, Moh Ramdhan Pomanto  marah ketika melakukan inpeksi mendadak ke Mal Panakkukang  dirinya pelanggaran protokol kesehatan ( prokes ) pencegahan transmisi Covid-19 yang marak, Minggu (2/5) malam.

Alhasil, pria yang erat disapa Danny itu pula mengeluarkan ancaman menutup induk perbelanjaan tersebut bila prokes  tetap diabaikan.

“Besok saya undang seluruh pengelola tenan dan manajer mal untuk membahas tersebut di Balaikota dan menjatuhkan langsung sanksi teguran berpenat-penat yang pertama, ” kata pendahuluan Danny.


Danny yang melihat langsung kondisi pada Mall Panakukkang banyak terlihat pemilik tenan yang sembarangan menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung.

Padahal kata Danny, pihaknya sudah mengedarkan surat mengenai Penyekatan Pergerakan Kegiatan Mikro (PPKM) untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Makassar yang membatasi kegiatan ekonomi hanya sampai pukul 22. 00 wita. Namun, kenyataannya peristiwa itu tidak dilaksanakan bagian pengelola mal.

“Sejak Kamis lalu, kami sudah sampaikan ke pemilik gedung terkait prokes dan menyediakan petugas prokes setiap ruko maupun mal dan me- monitoring setiap kegiatan dengan langsung dimonitoring di kecamatan sehingga dapat ditegur langsung, di samping itu kita langsung cek di kedudukan, ” jelasnya.

Danny menjelaskan, bahwa semasa ini pihak pengelola mal tidak mengetahui berapa total pengunjung yang masuk dan keluar. Oleh karena tersebut,   Danny memerintahkan pengelola mal untuk mengaktifkan adat pintu masuk dan kemungkinan keluar untuk mengetahui total pengunjung mal.

“Kalau disini ada 670an tenan, diasumsikan 1 sepi ada lima (orang), berguna ada 3. 350 karakter kapasitas yang diperkenankan, sehingga menghitung orang yang merembes dan keluar itu dengan membedakan. Kalau kurang sebab 350 orang itu mampu dimasukkan [pengunjung lagi], ” tuturnya.

Danny menegaskan, pihak pengelola kepala akan diberikan sanksi nasihat pertama terkait pelanggaran adat kesehatan.

“Kalau perlu tidak perlu nasihat kedua, kalau surat edaran itu tidak diindahkan kami akan menutup tempat tersebut, bahkan akan menutup mal ini. Kita butuh penentangan ekonomi tapi protokol kesehatan tetap nomor satu, ” tegas Danny.

Dalam kesempatan sidak tersebut, sambil menggunakan pengeras pandangan portabel (toa), Danny berkeliling  mengimbau pengunjung mal agar dapat mematuhi protokol kesehatan  di setiap sudut  tenan yang ada di mal.

(mir/kid)

[Gambas:Video CNN]