Tabib di Jatim Wafat Akibat Corona, Ada Penyakit Penyerta

Surabaya, CNN Indonesia — Seorang  dokter di RSUD dr Soetomo, Surabaya, yakni dr Miftah Fawzy Sarengat, dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi  Virus Corona (Covid-19), pada Rabu (10/6) pagi. Ada faktor keburukan penyerta  atau komorbiditas dalam peristiwa ini.

Miftah merupakan seorang dokter yang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.

“Sejawat ini adalah dokter yang medium menempuh pendidikan di Soetomo, dan kesehariannya juga bekerja di celik depan, di IGD, ” kata Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian, kepada CNNIndonesia. com , Rabu (10/6).

Sebelum meninggal  Miftah dirawat di RSUD dr Soetomo selama lima hari, setelah melaksanakan perawatan di RS Husada Sari, Surabaya.

Saat dirujuk ke RSUD  Soetomo, Miftah  menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti rapid test , CT scan , hingga tes usap atau swab test . Hasilnya, ia dipastikan terkonfirmasi positif Corona.

“Semua prosedur sudah kita kerjakan dan semuanya menunjukkan bahwa tempat memang positif [Corona] atau dapat dipastikan kita merawatnya secara protokol Covid-19, ” ujarnya.

Pesta mengakui  Miftah juga menderita sejumlah penyakit penyerta lainnya. Disamping itu, kata Perhelatan,   rekannya itu juga menikmati berat badan berlebih.

Foto: CNNIndonesia/Fajrian

“Memang teman sejawat itu mempunyai komorbid dengan berat badan yang cukup besar. Jadi itu yang mungkin yang mempersulit jalan penyembuhan disamping ada faktor penyerta yang lain, ” ujarnya.

Kendati demikian, Pesta mengiakan tak tahu pasti dimana dan kapan Miftah mulai tertular Covid-19. Pihaknya masih melakukan penelusuran.

Kini jenazah Perjamuan tengah dalam perjalanan menuju daerah halamannya di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebagaimana permohonan pihak tanggungan.

“Keluarga sepakat menghendaki untuk kita mengantarkan sampai ke peristirahatan terakhirnya di kampung halamannya di Magetan Jawa Timur. Dan kita juga sudah berkoordinasi dengan keluarga di sana, mereka jadi untuk melaksanakan proses pemakaman secara protokol [Covid-19], ” sebutan dia.

Sebelumnya, Jatim juga memiliki dokter lain yang meninggal akibat kasus Corona. Dalam antaranya, dr Hilmi Wahyudi, dari IDI Cabang Gresik.

Dalam tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan tubuh (Dinkes) Provinsi Jabar Berli Hamdani menyebutkan sedikitnya ada 123 tenaga kesehatan yang terinfeksi Virus Corona.

“Ada 123 karakter [tenaga kesehatan] yang terpapar dan sebagian besar sudah segar. Artinya, mereka sudah dilakukan ulangan swab dua kali. Untuk dengan terbaru yang terpapar, kita kerjakan pengetesan masif dengan prioritas tenaga kesehatan, termasuk petugas Puskesmas, ” kata dia, dalam konferensi pers virtual dari Gedung Sate Bandung, Selasa (9/6).

[Gambas:Twitter]

Berli melaporkan, tenaga medis yang terpapar Covid-19 akan diisolasi mandiri pada Gedung BPSDM Jabar, yang berlokasi di Kota Cimahi.

Meskipun ada tenaga kesehatan tubuh yang terpapar, ia memastikan servis kesehatan di tempat tersebut mau tetap dibuka bagi umum.

“Yang terkena hanya kira-kira orang, tidak sampai setengahnya. Itu juga diduga tertularnya bukan di tempat tersebut (fasilitas  kesehatan), akan tetapi di tempat lain, ” ucapnya.

(frd/hyg/arh)

[Gambas:Video CNN]