Satgas Covid-19 Sebut Klaster Perkantoran Mampu dari Perumahan

Jakarta, CNN Indonesia —

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito   menduga klaster perkantoran   muncul dari penyebaran  virus corona di perumahan. Pemerintah pun mewaspadai munculnya klaster permukiman.

Wiku mengatakan tersedia kemungkinan penularan bukan terjadi pada perkantoran, melainkan saat perjalanan ke kantor atau bahkan di dunia rumah.

“Orang yang berkantor itu lantaran permukiman, jadi pasti di kawasan ada klaster, kalau di pejabat saja ada [klaster], & itu bisa saja tertular pada perumahannya, atau di perjalanannya, ” kata Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (7/8).


Wiku menjelaskan, ada potensi karakter menjadi tidak disiplin protokol kesehatan di dalam rumah. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya penularan pada permukiman.

“Di situlah biasanya orang lengah, karena sudah di rumah dan orang stres maka akhirnya mereka berkerumun, makanya protokol kesehatan harus ditegakkan datang dalam rumah, pastikan mencuci suci bajunya, mandi, cuci tangan, ” jelasnya.

Tim Ahli Satgas mencatat 90 klaster perkantoran per Rabu (29/7). Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta mencatat telah menutup 30 perkantoran akibat ditemukan kasus positif pada karyawan.

Jubir pemerintah Wiku Adisasmito memberi keterangan, Jumat (24/7) / Foto: Rusman - Biro Setpres Juru Bicara Satuan Suruhan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.   (Rusman – Biro Setpres)

Namun Tim Satgas merekam klaster permukiman lebih banyak membantu angka positif dibandingkan dengan klaster perkantoran, khususnya di Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Berdasarkan catatan Tim Satgas, klaster perkantoran justru berada pada posisi keempat. Klaster perkantoran berada di bawah permukiman, pasar, & klaster fasilitas pelayanan kesehatan.

“Itu hanya secara general saja, karena belum seluruh daripada nasional. Jadi agar masyarakat mampu paham untuk waspada pada klaster-klaster tersebut, ” kata Dewi zaman dikonfirmasi lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia. com belum lama ini.

Sementara selain empat klaster tersebut, sejumlah klaster lain yang tercatat turut membantu kasus positif yakni, klaster tempat ibadah, yang di dalamnya pula memiliki beberapa klaster lain, laksana tahlilan, pengajian, dan aktifitas pesantren.

(mln/pmg)

[Gambas:Video CNN]