Prajurit AS Terkesan Usai Latihan Bersama Yonif TNI Kranium

Jakarta, CNN Indonesia —

Prajurit Amerika Serikat ( AS ) yang terlibat dalam Security Force Assistence Brigades (SFAB) terkesan secara keramahan TNI saat mengikuti latihan beserta dengan Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak di Nusantara.

“Tentara Nusantara sangat ramah karena dipadankan dengan tentara lain di Pasifik yang pernah beroperasi sana dengan kami khususnya, mereka tidak seramah dan sehangat tentara Indonesia, itu membuat kami seperti tanggungan selama ada di Nusantara, mereka membuat kami merasakan hebat, ” kata SFAB Team Inteligent Advisor, SGT Butler Blair, seperti dikutip dari Kurun , Minggu (30/5).

Terkait latihan bersama tersebut, Letkol Inf Fajar Akhirudin, Danyonif PR 305/Tengkorak Kostrad menyebutkan Prajurit Para Raider Yoni 305 Tengkorak yang mengikuti kegiatan tersebut memiliki keahlian kualifikasi para dan raider dalam arti mereka jadi untuk melaksanakan operasi militer baik di darat, bahar maupun di udara


“Dalam melakukan kegiatan latihan bersama ini yang disiapkan oleh Dasar Yonif Para Raider 305/Tengkorak adalah personel, materil & sarana prasarana latihan, ” tutur Fajar.

Sementara itu komandan  SFAB  dalam latihan bersama tersebut, Cpt Leshaun Smith, menyebutkan timnya  merupakan salah mulia unit baru di Tentara Amerika (US Army) yang dibentuk dalam beberapa waktu terakhir. Brigade tersebut, kata pendahuluan dia, terdiri dari awak kecil yang memiliki pengkhususan tertentu  di mana ‘maneuver adviser team’ menjadi fokus utama dari unit tersebut yang terdiri atas 12 orang personel.

Sebagai sebuah tim kecil, lanjut Smith, tujuan SFAB Maneuver Adviser Team adalah untuk bekerja sama secara pasukan bersenjata negara saudara di kehidupan sehari-hari, sehingga prajurit dapat mempelajari tidak hanya budaya setempat akan tetapi juga budaya militer jadi prajurit dapat memiliki pendirian yang serupa dalam operasi tentara dan juga memiliki pengetahuan yang serupa mengenai situasi pertarungan.

“Kunci pati bagi kami adalah terbentuknya komunikasi interoperabilitas dan menciptakan hubungan antara dua negeri dalam rangka mengefektifkan kegiatan sama militer, ” perkataan Smith.

Selain latihan menyerang, para prajurit Indonesia & tentara AS melakukan kegiatan-kegiatan yang memupuk kebersamaan sesuai memancing ikan untuk makan siang, bermain bakiak & menari Maumere.

Pengalaman mencicipi makanan khas Indonesia juga jadi kejadian berkesan bagi SFAB Team Senior Support Advisor, SSG Jun Choh.

Dengan bangga Choh memamerkan kepada keluarganya saat merasai nasi goreng dan mi goreng asli Indonesia.

“Saat saya sajian nasi goreng saya menjepret dan kirim ke rumpun saya, adik saya panas hati karena dia hanya sudah mencicipi nasi goreng di Amerika, ” ujar Sersan Choh.

(Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]