Petugas Tangkap 154 Orang Diduga Preman di Banten

Jakarta, CNN Indonesia —

Polda Banten menangkap 154 karakter diduga  biasa pada operasi premanisme di enam wilayah. Operasi ini aksi lanjut instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo   untuk memberantas premanisme yang meresahkan masyarakat.

“Kami segera melayani pembersihan preman dan siapa pun yang mencoba-coba membina resah di semua daerah hukum Polda Banten, ” kata Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto dalam keterangannya, Selasa (15/6).

Rincian interpretasi tersebut antara lain 33 orang di Polres Serbu Kota, 12 orang pada Polres Cilegon, 24 orang di Polres Serang, 41 orang di Polresta Tangerang, 8 orang di Polres Pandeglang, serta 36 karakter di Polres Lebak.


“Sehingga total semuanya ada 154 orang, ” kata Kepala Bagian Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi.

Edy menyatakan pihaknya melayani sejumlah tindak lanjut kepada ratusan orang yang ditangkap itu. Mulai dari pendataan, pembinaan hingga proses lembaga jika ditemukan pelanggaran kejahatan.

“Tindakan pembinaan yang diambil yaitu berbentuk pendataan serta menyerahkan pada dinas sosial sedangkan mematok saat ini belum terlihat adanya pelanggaran hukum kejahatan, sehingga belum ada kegiatan hukum, ” ujarnya.

Edy menyebut terdapat 473 awak gabungan dari Polri, TNI serta Pemda yang dilibatkan dalam operasi premanisme ini.

“Kepada asosiasi agar tidak ragu mengadukan apabila menemukan aksi premanisme karena tidak ada kawasan bagi premanisme di wilayah hukum Polda Banten, ” tutur Edy.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk menangani preman yang kerap meminta sejumlah uang ke sopir kontainer di Pelabuhan Semenanjung Priok.

Jokowi memberikan instruksi tersebut sudah berdialog dengan sopir bandela di Pelabuhan Tanjung Priok yang mengaku kerap menemui aksi pungutan liar (pungli).

Listyo lantas menginstruksikan anak buahnya untuk menindak preman yang meresahkan masyarakat itu. Ia menyatakan bakal menegur Kapolda dan Kapolres jika belum menggelar operasi premanisme di wilayah masing-masing.

“Kalau belum action juga saya selaku Kapolri yang akan tegur, itu juga bagian dari kalender Harkamtibmas di program Ketelitian yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh anggota dan jajaran di lapangan, ” kata Listyo dalam keterangannya, Sabtu (12/6).

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]