Penjaga Minta Travel Gelap Kembalikan Ongkos Penumpang

Jakarta, CNN Indonesia —

Penyedia jasa  travel kelam yang tertangkap operasi polisi diminta untuk mengembalikan ongkos atau biaya yang sudah dikeluarkan penumpang. Ditlantas  Polda Metro Jaya sebelumnya menangkap 115  kendaraan travel gelap dalam operasi yang digelar pada 27-28 April 2021.

“Pertama awak minta supir untuk  membatalkan ongkos yang sudah itu bayar, jadi kalau tersedia [biaya] Rp300 ribu, jadi supir kembalikan, ” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Kamis (29/4).


Sementara itu, buat penumpang yang telanjur memakai jasa travel gelap tersebut akan diantar oleh bagian kepolisian ke terminal.

“Kenapa di pangkalan, karena kalau di terminal ketika mereka berangkat itu harus dilaksanakan swab ataupun genose sehingga kemudian untuk yang non-reaktif barulah bisa melanjutkan perjalanan, ” terang  Sambodo.

Pada sisi lain, Sambodo mengungkapkan jasa travel gelap tersebut mematok tarif bervariasi buat warga yang ingin menyelenggarakan perjalanan mudik. Tarif itu ditentukan berdasarkan lokasi haluan pemudik.

Selain itu, lanjut  Sambodo, lazimnya tarif yang dipatok oleh penyedia jasa travel suram ini lebih mahal dibanding tarif normal.

“Mereka patokan biaya lebih tinggi dari biasa. Contohnya Jakarta-Cilacap Rp300 ribu sampai Rp350 ribu, padahal [normalnya] Rp200 seperseribu, ke Lampung Rp400 ribu, padahal biasa Rp300 sampai Rp350 ribu, rata-rata memasang tarif di atas biasa, ” tutur dia teristimewa.

Sebelumnya, 115 kendaraan travel gelap yang membawa penumpang keluar Jakarta diamankan kepolisian. Sebanyak  64 kendaraan antara lain jenis elf dan 51 lainnya adalah mobil penumpang.

“Ada 115 kendaraan, ini adalah travel gelap yang berupaya untuk mengangkut penumpang keluar dibanding Jakarta, ” kata Kabid Humas Polda Metro Hebat Kombes Yusri Yunus pada konferensi pers, Kamis (29/4).

Travel suram itupun disita dan perdana akan dikembalikan setelah lebaran usai. Sedangkan untuk pilot atau pemilik kendaraan dikenakan sanksi tilang yakni Pasal 308 UU LLAJ.

Penilangan  diterapkan pasal travel gelap itu tak memiliki izin trayek. Kalaupun mengantongi izin, travel kelam tersebut ternyata beroperasi di luar trayek.

(dis/nma)

[Gambas:Video CNN]