Pengkaji: Isu Presiden Tiga Periode Dimainkan Akun-akun Robot

Jakarta, CNN Indonesia —

The Strategic Research and Consulting (TSRC) menyebut isu sambungan masa jabatan  presiden di media sosial didominasi  akun robot. Hal itu diketahui lewat analisis jaringan wacana ( discourse betwork analysi s/DNA) di Twitter dengan cakap kunci “Pemilu 2024”.

Direktur Eksekutif The Strategic Research and Consulting (TSRC) Yayan Hidayat memberikan percakapan soal perpanjangan periode jabatan presiden sengaja dibuat masif oleh pihak-pihak terbatas.

“Ternyata lebih banyak dimainkan oleh akun-akun robot gitu ya. Siap, isu ini tidak organik muncul, tapi kemudian berniat diamplifikasi dan dimasifkan dalam media sosial dengan bervariasi macam narasi, baik tersebut pro maupun kontra, ” kata Yayan dalam dialog daring, Jumat (10/9).


Dalam studi itu, TSRC juga menangkap isu kepercayaan publik. Yayan menyebut ada pihak-pihak yang memainkan isu berkaitan dengan ketidakpercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.

TSRC juga merekam isu pesimistis soal Pemilu 2024. Yayan menyebut tersedia pihak-pihak yang sengaja melaksanakan narasi bahwa pemilu sulit dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Ada beberapa akun kemudian dengan berusaha mengamplifikasi untuk penundaan Pemilu 2024 diundur ke 2027 akibat dari pandemi yang belum selesai, ” tuturnya.

Sebelumnya, isu soal penambahan & perpanjangan masa jabatan pemimpin menguat dalam beberapa periode terakhir. Isu itu semakin jadi sorotan usai Ketua MPR Bambang Soesatyo mewacanakan amandemen UUD 1945.

Meski begitu, Bambang membantah niatan amandemen konstitusi ditujukan untuk menambah zaman jabatan presiden. Ia menyebut amandemen UUD 1945 cuma akan membahas kewenangan MPR merumuskan Pokok-Pokok Haluan Negeri (PPHN).

(dhf/kid)

[Gambas:Video CNN]