Pemprov DKI Klaim Tak Semua Personel Tertular Corona di Kantor

Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Dinas Tenaga Kegiatan, Transmigrasi, dan Energi Pemprov DKI Jakarta Andri Yansah mengutarakan bahwa kasus positif virus corona ( Covid-19 ) di klaster perkantoran   tidak semuanya tertular di area kantor. Bisa saja tertular di area kerja.

“Memang tidak bisa juga kita mengatakan bahwa penyebaran Covid itu terjadi di kantor. Tidak serupa, ” kata Andri di Dewan Dinaskertrans Jakata, Rabu (29/7).

Andri mencontohkan salah mulia kasus positif seorang karyawan di perusahaan swasta beberapa waktu berserakan. Saat itu, kata dia, karyawan tersebut sempat tidak masuk kantor pada 17 Juli.


Kemudian, keesokan harinya karyawan yang bersangkutan izin berangkat ke Bandung hingga tanggal 19 Juli. Selanjutnya, pada tanggal 20 Juli, karyawan tersebut mengalami gejala Covid-19.

“Akhirnya periksa ke RS pluit, didapatkan reaktif, langsung tes swab, akhirnya tentu keluarnya tanggal 24, ” ungkap dia.

Andri serupa mencontohkan bahwa pihaknya sempat mendapatkan laporan ada 30 karyawan lengah satu stasiun televisi swasta diduga positif corona. Setelah mendapatkan petunjuk itu, pihak Disnaker langsung mempelajari informasi tersebut ke manajemen kongsi.

Hasilnya diketahui kalau karyawan yang dimaksud menjalani tes swab sendiri di suatu sendi sakit. Hasilnya positif.

Karyawan yang terlibat lalu ikut tes lagi dengan rumah sakit yang bekerja sebanding dengan perusahaan. Hasilnya negatif.

“Ini lah, hal-hal sesuai ini yang perlu pemeriksaan mendalam, kecuali kalau sudah ada penelitian langsung yang dikeluarkan instansi dengan berwenang bahwa karyawan tersebut ada kasus positif (tertular di kantor) langsung kita lakukan penutupan, ” lanjutnya.

Menurut Andri, dengan kasus-kasus seperti itu, Pemprov DKI Jakarta perlu mendalami lebih lanjut. Butuh kerja sama daripada perusahaan untuk melaporkan jika terlihat karyawan positif.

“Jadi memang informasi yang masuk pada kami tidak serta merta kita tutup, tapi kita periksa, ” ungkapnya.

8 Kantor Ditutup

Andri mengatakan pihaknya telah menentang sejumlah perkantoran untuk melakukan inspeksi. Sebanyak 2. 891 perkantoran sudah didatangi.

Sebanyak 351 perkantoran diberi peringatan pertama. Di tahap ini, perkantoran diberikan keterangan secara tertulis oleh Disnaker lantaran mengabaikan protokol kesehatan.

Kemudian, 101 perkantoran dijatuhi peringatan kedua secara terekam. Selain itu, sebanyak 8 perkantoran ditutup sementara waktu karena menyalahi protokol Covid-19.

“Delapan (perkantoran) kita lakukan penutupan era ini. Nanti sore mungkin tersedia tambahan karena ada informasi di (Jakarta) Timur ada dua, namun kami betul-betul harus menyakini dulu memang ada karyawannya yang terpapar, ” ujar Andri.

Andri lalu mengingatkan agar perkantoran untuk tetap menerapkan protokol kesehatan tubuh. Di antaranya, membentuk tim himpunan tugas, kapasitas kantor tidak melebihi 50 persen, serta menyediakan wadah cuci tangan.

Berdasarkan data Tim Satuan Tugas Covid-19, hingga Selasa (28/7) ada 90 kantor di Jakarta yang menjadi klaster penyebaran virus corona. Dari 90 klaster itu, diketahui 459 orang positif virus corona.

Klaster itu di antaranya berasal dari klaster kementerian sebanyak 20 klaster dengan 139 kasus, klaster badan ataupun lembaga 10 klaster dengan 25 kasus, kantor di lingkungan Pemprov DKI sebanyak 34 klaster secara 141 kasus.

Lalu, 1 klaster kepolisian dengan 4 kasus. 8 klaster BUMN dengan 35 kasus, dan 14 klaster perusahaan swasta dengan 92 kejadian.

(dmi/bmw)

[Gambas:Video CNN]