Pemerintah Tawarkan Pinjaman Rp10 Juta buat Tukang Bakso

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah menawarkan pinjaman lewat pembiayaan  ultra mikro (UMi) kepada  tukang bakso dan karakter usaha informal lainnya. Tawaran ini dimaksudkan sebagai bantuan untuk menggali beban pelaku usaha mikro di tengah penyebaran virus corona.

“Jadi di dalam sidang kabinet, saya usulkan seperti ini jika pedagang bakso dan yang lain-lain itu ada dua yang ana usulkan dan sepertinya Pak Kepala (Jokowi) dan Pak Wakil Kepala (Ma’ruf Amin) setuju, ” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (6/5).

Ani, panggilan akrabnya, melahirkan bantuan pembiayaan UMi bisa dikasih kepada seluruh pelaku usaha sektor informal yang terdampak penyebaran virus corona. Ini artinya, mereka akan mendapatkan pinjaman sekitar Rp5 juta-Rp10 juta.



“Pertama, mereka akan mendapatkan bantuan dan sekali lalu juga bisa masuk dalam inklusi keuangan karena mereka kan unbankable , ” sah Ani.
Setelah mendapatkan pembiayaan ultra mikro, nasabah akan mendapatkan keringanan dengan tak perlu membayar kredit selama enam bulan. Dengan begitu, nasabah memiliki kesempatan untuk menggunakan modal itu hingga mendapatkan bayar sebelum mencicilnya setiap bulan.

“Jadi mereka otomatis diberikan restrukturisasi selama enam bulan. Ini semacam grace periode, ” jelas dia.

Namun, Ani bilang pemerintah cukup sulit memberikan tumpuan kepada pelaku usaha di zona informal karena belum ada bahan konkret mengenai hal tersebut. Untuk itu, pemerintah akan melakukan pendataan terlebih dahulu sebelum benar-benar mengucurkan bantuan tersebut.

“Masalahnya sekarang pendataan, supaya tidak menimpa tindih dengan bantuan lain. Awak sedang hitung jumlahnya berapa, ” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan untuk memberikan relaksasi kredit bagi 28, 3 juta pelaku daya mikro dan kecil (UMK) pada enam bulan ke depan. Relaksasi ini diberikan dalam rangka menekan tekanan dampak penyebaran virus corona di tingkat pengusaha kecil.

Relaksasi berupa penangguhan pembayaran bunga kredit sebesar 6 persen semasa tiga bulan pertama. Kemudian, negeri akan kembali membayarkan bunga rekognisi pelaku usaha mikro kecil buat tiga bulan setelahnya sebesar 3 persen.

Kemudian, kecendekiaan yang sama juga akan diberikan pada nasabah kredit usaha rakyat (KUR). Mereka akan mendapatkan subsidi bunga kredit sebesar 6 persen buat tiga bulan pertama dan 3 persen pada tiga bulan ke-2.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)