PDIP Disebut Tak Ingin Koalisi dengan PKS dan Demokrat

Jakarta, CNN Indonesia —

PDIP   disebut menerima banyak aspirasi untuk tak berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS di Pilkada 2020 . Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan  kebijakan koalisi di negeri pusat dan daerah.

Ketua DPC Kota Tangerang Selatan Banten Wanto Sugito, dalam tanda tertulisnya, menyebut hal itu dianggap oleh Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.

“Aspirasi untuk tidak bekerja sama secara Partai Demokrat dan PKS selalu banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berkecukupan di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi, ” kata Wanto, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNINdonesia. com , di dalam Minggu (19/7).


Djarot, kata Wanto, menerangkan bahwa sikap PDIP saat tersebut adalah mendorong kerja sama kebijakan dengan seluruh partai pengusung tadbir Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Dia menilai sikap politik PKS dan Demokrat yang hampir tak pernah berbeda dalam setiap kesempatan. Hal ini menggambarkan dua parpol itu semakin beriringan dalam kerja sama politik yang berbeda ajaran dengan PDIP.

“PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong royong dan jadi bekerja sama dengan parpol pendukung pemerintah, ” ujar Djarot, dikutip oleh Wanto.

CNNIndonesia. com telah menghubungi Djarot dan sejumlah pejabat DPP PDIP untuk meminta penjelasan tentang pernyataan Djarot ini. Namun, Djarot dan sejumlah pejabat DPP PDIP belum memberikan respons mematok berita ini diturunkan.

Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen

Terpisah, Wakil Penulis Jenderal Partai Demokrat Irwan menilai pernyataan Djarot telah mengingkari kenangan kebijakan politik nasionalisme, agama, komunisme atau Nasakom serta gotong royong milik Presiden pertama RI Soekarno.

“Pernyataan itu benar mengingkari sejarah kebijakan politik Soekarno yaitu Nasakom yang terbuka berlaku sama pada partai politik lain termasuk dengan Partai Komunis Indonesia. Masa dengan partai nonkomunis tak mau? ” sindirnya, Senin (20/7).

Ia menyatakan bahwa partainya berkoalisi dengan PDIP di 35 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

Menurutnya, Demokrat terbuka untuk bekerja dengan partai politik manapun di 270 daerah yang menggelar Pilkada Sinkron 2020 untuk membangun bangsa selama sama-sama menjunjung tinggi Pancasila.

Namun demikian, Irwan berpendapat pernyataan itu hanya bersifat pribadi yang disampaikan Djarot, bukan keputusan PDIP.

“Djarot juga dalam hal ini inkonsisten terkait semangat Ekasila yaitu gotong royong yang dinyatakan dalam konstitusi partainya sendiri. Mungkin Djarot perlu penyegaran lagi terkait simpulan Soekarnoisme, ” ucapnya.

(mts/arh)

[Gambas:Video CNN]