Payet, Korban Lempar Botol Mula Rusuh Nice vs Marseille

Jakarta, CNN Nusantara —

Sosok Dimitri Payet   jadi pemicu kerusuhan dalam laga Nice vs Marseille   di Ligue 1 . Berikut raut Payet yang merupakan satu diantara pemain senior di Prancis.

Payet oleh karena itu sorotan dalam kerusuhan yang terjadi di laga Nice vs Marseille. Hal tersebut tak lepas dari keberanian Payet untuk memberikan pertentangan pada suporter Nice.

Momen bermula era Payet mendapat lemparan botol ketika ingin mengambil menampar pojok. Setelah tersungkur pada lapangan, Payet bangkit dan balas melempar botol ke tribune suporter Nice.


Payet dua kali melaksanakan lemparan dan hal itu memicu kemarahan suporter Nice yang merangsek masuk ke lapangan.

Payet tidak gentar melakukan perseteruan dengan sejumlah suporter Nice sebelum akhirnya petugas kesejahteraan menggiring Payet dan pemain-pemain Marseille lainnya ke pusat lapangan. Suporter Nice sendiri makin banyak yang menyerang lapangan dan kerusuhan menjelma tak terhindarkan.

Payet adalah satu diantara nama senior di Ligue 1. Kariernya sebagian besar dihabiskan di Ligue 1 bersama Nantes, Saint-Etienne, Lille, hingga Marseille.

Payet pertama kali bergabung ke Marseille dalam 2013 dan bermain semasa dua musim sebelum menetapkan pindah ke West Pedoman.

Di West Ham, Payet bermain bagus dan jadi idola pengikut The Hammers. Nama Payet terpilih sebagai bagian daripada Tim Terbaik Musim 2015/2016. Namun pada akhirnya pada pertengahan musim 2016/2017, Payet memutuskan kembali ke Marseille dan bertahan di konsorsium tersebut hingga saat ini.

Performa apik Payet juga membuatnya dipanggil Timnas Prancis. Euro 2016 adalah turnamen era Payet melakoni performa ulung bersama ‘Les Bleus’.

Payet terpilih masuk 11 pemain terbaik pada Euro 2016 namun sayangnya Prancis harus puas maka runner up di simpulan turnamen lantaran kalah sebab Portugal di babak final.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/har)