OPM Bantah Tudingan Bupati Intan Jaya Soal Minta Dana Desa

Jakarta, CNN Indonesia —

Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB-OPM ) membantah tudingan Bupati Intan Jaya  Papua   Natalis Tabuni yang menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) acap kali mengancam kepala desa dan sekretarisnya saat musim  dana desa telah cair.

Tudingan tersebut menurut TPNPB-OPM tak ubahnya kebohongan publik apabila Natalis tidak dapat menyertakan bukti valid atas tuduhan itu.

“Tidak benar itu, dan andai demikian kami bisa menilai bahwa Bupati sama dengan TNI/Polri yg suka melakukan pembohongan publik itu. Kalau benar, Bupati harus mengumumkan dengan bukti hukum dengan saksi yang lengkap supaya kami dapat percaya, ” kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembom melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia. com , Jumat (6/11).


Sebby menegaskan, jika pernyataan Natalis hanya sebatas isu kecurigaan maka ia memastikan hal itu sangat tidak benar.

Sebby pun menantang Natalis untuk mematahkan bantahannya lewat pembuktian kepada masyarakat. Upaya itu menurut Sebby perlu dilakukan agar tidak terjadi bias informasi dan kesalahpahaman publik.

“Oleh dikarenakan itu Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni harus memberikan pembuktiannya ke publik berdasarkan bukti-bukti yang sesuai fakta Hukum. Jika Bupati tidak memberikan pembuktiannya, maka Bupati Intan Jaya sedang melakukan pembohongan publik, ” jelasnya.

Sebelumnya pada Kamis (5/11) kemarin, Natalia menyebut KKB kerap meminta dana desa untuk membeli senjata dan amunisi.

Ia mengaku pihaknya tak dapat mengontrol penyaluran dana desa lantaran dana tersebut ditransfer langsung ke kepala kampung maupun sekretaris kampung. Ia menyatakan pengawasan dana desa dan penjualan senjata ini jadi tugas bersama pemerintah dan aparat keamanan.

Natalis juga menyebut KKB sangat mudah mendapatkan senjata di Intan Jaya, sehingga memicu gangguan keamanan. Ia juga meminta jaringan penjualan senjata dan amunisi, serta penyaluran dana desa dievaluasi untuk meredam situasi keamanan di daerahnya

“KKB ini biasanya setelah mengetahui pencairan dana desa, akan menunggu di perkampungan. Ketika bertemu aparat desa, mereka akan meminta sebagian dana tersebut. KKB ini mengancam dengan senjata kalau tidak diberikan sebagian dana itu, ” kata Natalis dalam keterangan pers yang dikirim TNI.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyebut tindakan KKB  meminta dana desa untuk membeli senjata dan amunisi sudah menjadi rahasia umum.

Bahkan menurutnya, aparat gabungan TNI/Polri yang menggerebek Kampung Jalai pace lalu itu akibat menemukan theme permintaan dana desa oleh KKB.  

(khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]