OJK Sebut Pengaduan Kredit dan Pinjol Meroket di Era Corona

Jakarta, CNN Indonesia —

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyatakan selama pandemi corona (covid-19)  pengaduan konsumen lewat layanan elektronik atau daring naik pesat, khususnya pesan singkat Whatsapp (WA).

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Pelestarian Konsumen Tirta Segara bilang sepanjang tahun hingga September telah meresap total 270 ribu pengaduan & 138 ribu di antaranya dikirimkan via WA.

“Pengaduan yang masuk lewat Whatsapp lonjakan sangat tinggi, lebih dari 138 ribu pengaduan yang masuk, ” ungkap dia dalam rapat kegiatan dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (1/10).



Lebih tinggi, Tirta mengatakan bahwa untuk pengaduan lewat telepon relatif stabil atau tak jauh berbeda dari biasa yaitu sebanyak 68 ribu dakwaan.

Sedangkan, melalui servis surat elektronik atau e-mail sebesar 56 ribu dan terakhir untuk surat fisik dinyatakan sebanyak tujuh ribu surat masuk.

Tirta mengatakan bahwa pada puncaknya kala kebijakan restrukturisasi kredit pertama diterbitkan, dalam sehari pihaknya mampu menerima pengaduan sebanyak 11 ribu.

Mengaku kewalahan, dia tak memungkiri ada pengaduan-pengaduan dengan mengalami penundaan penyelesaian ( pending ). “Tapi bertahap kami selesaikan, ” ucapnya.

Untuk sektornya, dia menyebut pengaduan didominasi sebab sektor perbankan dan diikuti oleh fintech atau pinjaman online (pinjol) karena keduanya memberikan fasilitas restrukturisasi.

Demi memastikan pengaduan yang diajukan terselesaikan secara tuntas, Tirta menyebut bagi masyarakat dengan telah dipertemukan dengan lembaga peminjaman namun masih tak puas, sedang ada dua alternatif yang disiapkan.

Pertama, diselesaikan ke pengadilan. Kedua, bisa juga mengakhiri ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Perkara (LAPS).

“September kemarin kami mendorong pendirian LAPS yang terintegrasi karena semakin ke sini banyak produk hybrid , asuransi investasi dsb sehingga konsumen kerap bingung menyelesaikan ke mana, ” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)