Negeri Bakal Pantau Distribusi Vaksin Covid Secara Online

Jakarta, CNN Indonesia —

Wakil Menteri BUMN I sekaligus Kepala Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin   mengatakan pemerintah akan memantau distribusi  vaksin corona secara online. Menariknya, sistem pemantauan  pembagian secara daring tersebut meniru sistem Gojek dan Grab.

“Ini awak tiru banyak start-up, Gojek dan Grab sudah bisa melakukan itu dan kami tiru mereka, ” ujarnya dalam rapat dengan Komite IX, Kamis (10/12)

Ia menjelaskan monitoring online itu akan meliputi seluruh proses pengiriman, mulai dari gudang penyimpanan vaksin hingga distribusinya kepada titik logistik setiap provinsi dan kota/kabupaten maka klinik dan rumah sakit (RS).



“Kami melakukan sistem online monitoring untuk suhu, untuk introduksi pintu, karena ini barang bernilai. Lalu, ada alur perjalanan juga kami monitor online, kalau truk dibuka kami tahu, isi bensinnya kami tahu, ” paparnya.

Selain pengawasan distribusi online, ia menuturkan pemerintah juga bakal membuka sistem pemesanan online untuk RS maupun klinik. Pemesanan online ini bertujuan untuk membatasi penyimpanan di gudang RS dan klinik.

“Karena mereka memiliki keterbatasan untuk fasilitas penyimpanan, cold chain, sehingga kami bangun bentuk online ordering dari mereka biar ordernya tidak terlalu banyak, awak buat lebih sering dengan pemeriksaan sistem logistik kami, ” jelasnya.

Buat diketahui, program vaksinasi akan membidik 107 juta penduduk Indonesia. Total tersebut mewakili 67 persen total penduduk Tanah Air usia 18-59 tahun.

Dari jumlah tersebut, mayoritas mendapatkan vaksin mencuaikan skema mandiri atau membayar tunggal sebanyak 75 juta orang. Tatkala itu, masyarakat yang mendapatkan sumbangan vaksin lewat skema program sebesar 32 juta orang.

Sementara itu, vaksin program akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Sedangkan, vaksin mandiri menjadi tanggung tanggungan Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir)