Nadiem: Daerah 3T Paling Butuh Bersekolah Tatap Muka di Sekolah

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pendidikan dan Kultur (Mendikbud) Nadiem Makarim   menyatakan  kegiatan  belajar tatap muka pada sekolah pada Januari 2021 hendak berdampak besar bagi daerah primitif, terdepan, terluar (3T).

“Sebenarnya keputusan ini, dampak terbesar untuk daerah terluar dan sederhana, mereka itu yang paling kemaluan untuk sekolah tatap muka sekarang, kasihan mereka di daerah, ” kata Nadiem dalam siaran tepat di Instagram, Jumat (27/11).

Ia belum lama ini melakukan kunjungan ke beberapa daerah. Dari kunjungan tersebut, ia menyebut banyak persoalan yang dihadapi daerah dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).


“Alhamdulillah banyak bantuan kita dengan terasa, tapi kondisi infrastruktur mereka masih belum baik. Kalau ada jaringan internet, banyak yang tidak punya gawai, kalau punya gawai, jaringan internetnya lemot. Jadi tersedia berbagai macam isu, isu tersebut bertumpuk untuk mereka, ” kata pendahuluan dia.

“Jadi di daerah 3T ini, kita benar-benar kebijakan kita harus pro pengukuhan, pro daerah terluar dan tertinggal, ” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pada 2021 nanti, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk daerah 3T. Di antaranya ialah meningkatkan dana Bantuan Operasional Madrasah (BOS) agar lebih pro-daerah 3T dan sekolah-sekolah kecil.

“Dana bos kalkulasi akan kita ubah untuk daerah 3T serta sekolah kecil, kita akan afirmatif dan mereka yang sekolah total murid kecil, dan daerah terluar, per anak unitnya akan kita tingkatkan, Rp3 triliun kita naikkan untuk mereka, ” kata Nadiem.

Nadiem sebelumnya mengabulkan pemerintah daerah untuk  membuka madrasah atau kegiatan belajar tatap depan di seluruh zona risiko virus corona mulai Januari 2021. Peristiwa itu  berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang meluluskan pemerintah daerah memutuskan membuka kesibukan belajar tatap muka.

“Perbedaan besar di SKB sebelumnya, peta zonasi risiko tidak sedang menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka. Tapi Pemda menentukan sehingga bisa memilih daerah-daerah dengan cara yang lebih detail, ” ungkap Nadiem dalam konferensi pers daring dikutip dari akun Youtube Kemendikbud RI, Jumat (20/10).

Nadiem sekaligus menetapkan keputusan pembukaan sekolah tatap depan diberikan kepada tiga pihak, yaitu pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah.

(yoa/pmg)

[Gambas:Video CNN]