Muhammad Mokaev, Pengungsi Dagestan Penerus Khabib

Jakarta, CNN Indonesia —

Sama-sama berasal dari Dagestan dan selalu mengenakan papakha usai kemenangan di octagon, Muhammad Mokaev   disebut-sebut sebagai calon penerus sukses Khabib Nurmagomedov   di UFC .

Mokaev bersama sang ayah, Murad, melupakan Dagestan ketika petarung mixed martial arts (MMA) itu masih 12 tahun. Tanpa memiliki uang dan hanya membawa pakaian di mobil, Mokaev dan Murad meninggalkan Dagestan dan memutuskan menjadi pengungsi di Inggris.

Delapan tahun menjadi pengungsi di Inggris, Mokaev kini menjadi salah mulia petarung MMA yang banyak diperbincangkan di kawasan Asia dan Eropa. Mokaev saat ini sudah mengoleksi 22 kemenangan amatir dan 4 kemenangan profesional tanpa terkalahkan.


“Tahun depan, ” perkataan Mokaev ketika ditanya CNN Sport mengenai target tampil di UFC.

“Kita tidak sudah tahu apa yang akan terjadi besok. Jadi saya tidak bisa membuang banyak waktu, ” cakap Mokaev terkait kesibukannya saat ini di ajang MMA.

Mokaev saat ini tergabung dalam Brave FC, sebuah promotor MMA yang dibentuk Sheikh Khalid bin Hamad Al Khalifa, putra kelima Raja Bahrain. Mokaev bertarung dalam kelas bantam.

[Gambas:Twitter]

Adalah Sheikh Khalid bin Hamad dengan membuka jalan bagi Mokaev buat tampil profesional di MMA. Sheikh Khalid bin Hamad mengikuti perjalanan karier Mokaev sejak di golongan amatir pada 2015.

Mokaev sempat kesulitan bergabung secara KHK MMA Team milik Sheikh Khalid bin Hamad. Status Mokaev sebagai pengungsi di Inggris membina petarung 20 tahun itu kesulitan meninggalkan Inggris untuk bertarung di Bahrain.

“Mereka tak membiarkan saya pergi ke Bahrain, jadi saya menghubungi Sheikh. Aku bilang, ‘Saya ada di London, temui saya’. Jadi saya terbang menggunakan pesawat pribadi, terbang ke Bahrain bersama dia. Sheikh tiba menjadi sponsor saya, memberi saya bayaran yang bagus setelah saya merebut gelar mewakili timnya, ” ujar Mokaev.

Tinggalkan Dagestan

Mokaev bisa berada di bercak saat ini lewat pengorbanan dengan istimewa. Lahir di Dagestan pada 2000, Mokaev sudah biasa bersabung sejak kecil. Gulat sangat beken di Dagestan dan Mokaev mengaku setiap hari menjalani latihan. Makin Mokaev lebih sering latihan berjuang daripada belajar.

“Terkadang saya menghubungi guru dan sejumlah, ‘Saya masih harus menjalani pelajaran, saya tidak bisa ke madrasah hari ini’. Dan guru sejumlah, ‘oke’. Seperti itu situasi dalam sana, ” ucap Mokaev.

Kehidupan Mokaev berubah kala ibunya meninggal pada 2012, era Mokaev masih delapan tahun. Mokaev mengaku Murad memiliki masalah dalam Dagestan yang membuat mereka kudu meninggalkan wilayah tersebut.

[Gambas:Twitter]

Setelah sempat tinggal di Liverpool, Mokaev dan Murad akhirnya bermukim di Wigan. Sebagai pengungsi dalam Inggris, Mokaev dan Murad mendapat bantuan dana £5 atau setimpal Rp95 ribu per hari.

“Uang itu harus ana bagi untuk membeli makanan, baju, dan internet telepon. Itu tidak cukup. Saya kelaparan, ” ucap Mokaev.

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi aku tantangan ini. Mungkin jika beta datang ke negara ini secara banyak uang, mungkin saya akan lebih banyak di jalanan, mungkin saya sudah jadi anak dengan gemar berpesta, ” ujar Mokaev.

Mokaev mulai memahami MMA setelah gurunya di madrasah mengajak Mokaev ke youth center . Di situ Mokaev banyak berlatih tinju serta gulat. Seseorang di youth center itu kemudian mengajak Mokaev untuk berkarier di MMA.

Mokaev harus hidup serabutan menjadi petugas keamanan, membagikan pamflet hingga membersihkan gedung buat mendapatkan biaya latihan MMA. Sesudah melakoni debut amatir MMA dalam 2015, Mokaev kemudian menjadi juara Federasi MMA Internasional (IMMAF) di 2018 dan 2019.

Karier profesional MMA Mokaev dimulai ketika direkrut Sheikh Khalid bin Hamad untuk masuk KHK MMA Team pada 2019. Hingga zaman ini rekor profesional Mokaev adalah 4-0.

Lewati Khabib

BACA HALAMAN BERIKUTNYA