Menag Bakal Bahas Masalah Umrah-Haji saat Berkunjung ke Saudi

Jakarta, CNN Indonesia —

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama ( Kemenag ), Khoirizi mengatakan Gajah Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas   bakal mengunjungi  Arab Saudi dalam waktu dekat.

Khorizi menyebut lawatan Yaqut  ini untuk memenuhi undangan Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi. Menurutnya, Yaqut akan mengambil kesempatan membahas soal umrah & haji dalam pertemuan nanti.

“Rencananya ke Arab Saudi itu agenda utamanya menutup undangan Menteri Agama Arab Saudi. Tapi juga kita ambil kesempatan untuk telaah umrah haji ke aliran ke Kementerian Haji serta Umrah, ” kata Khoirizi kepada CNNIndonesia. com , Jumat (27/8).


Khoirizi mengatakan Yaqut pasti mendiskusikan soal pelaksanaan haji & umrah untuk warga Nusantara. Salah satunya soal protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh jemaah haji dan umrah di tengah pandemi Covid-19/

Menurutnya, sampai saat ini aturan kesehatan Covid-19 terkait pengoperasian umrah masih belum jelas dari pihak Saudi.

“Rencananya pasti bakal menanyakan protokolnya gimana. Aturan-aturan teknisnya gimana. Kan Datang saat ini kan masih belum jelas. Bukan selalu untuk Indonesia, tapi untuk semua negara, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Khoirizi membenarkan jemaah umrah Indonesia belum mendapat izin dari Saudi sampai saat ini. Menurutnya, penangguhan itu tak lepas dari penanganan virus corona di masing-masing negara.

“Itu bukan soal lobi-lobi, tapi bagaimana negara menangani persoalan Covid. Selama negara enggak bisa menuntaskan Covid  dengan baik, tetap semua negara punya penumpu yang sama, ketika menyambut dan mengirim jemaah, ” katanya.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali memastikan kalau Indonesia belum bisa menyampaikan calon jemaah umrah pasal statusnya masih ditangguhkan ataupun suspend oleh otoritas Arab Saudi.

Tetapi, Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengizinkan penggunaan dua vaksin Covid-19 produksi asal China, Sinovac dan Sinopharm bagi para calon massa umrah. Kebijakan itu diteken Kemenkes Saudi pada Selasa (24/8) lalu.

(rzr/fra)

[Gambas:Video CNN]