Lebih dari 10 Ribu Pekerja dalam Sumbar Dirumahkan dan Kena PHK

Padang, CNN Indonesia — Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Barat   mencatat 10. 690 orang kehilangan pekerjaan itu sebagai dampak pandemi virus corona. Secara rinci, 10. 060 orang dirumahkan , dan 630 orang yang lain di- PHK (pemutusan hubungan kerja).

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Disnakertrans Sumbar Prita Wardhani mengatakan sebanyak 5. 960 orang di antaranya di Padang, 1. 278 orang di Bukittinggi, 785 orang di Padang panjang, dan lainnya tersebar di Solok, Payakumbuh, hingga Mentawai.

Kepala Disnakertrans Sumbar Nasrizal melanjutkan data orang yang kehilangan order tersebut dilaporkan oleh lebih sebab 1. 257 perusahaan dari kira-kira 3. 800 perusahaan kelas menengah dan besar di Sumar.

Perusahaan memasukkan laporan itu melalui internet ke situs dengan disediakan oleh Disnakertrans Sumbar. “Pekerja yang dirumahkan dan di-PHK tersebut korban kebijakan perampingan pekerja oleh perusahaan yang (ekonomi) melemah karena terdampak covid-19. Mayoritas perusahaan bekerja di bidang pariwisata, seperti hotel dan transportasi, serta ritel, ” kata Nasrizal.

Disnakertrans setempat pun meminta perusahaan melapor tentang kesepakatan dengan para pekerjanya melanda langkah yang ditempuh dalam merumahkan dan mem-PHK karyawan.

Nasrizal ilang permintaan ini serasi dengan Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan yang memuat agar perusahaan & pekerja membuat kesepakatan untuk menanggapi dampak covid-19 terhadap perusahaan.

Kesepakatan yang dimaksud bisa selalu berupa pengurangan jam kerja, merumahkan pekerja dengan uang sangu.

“Kami menunggu perusahaan melaporkan petunjuk kesepakatan yang diambil dengan pekerjanya, ” terang dia.

[Gambas:Video CNN]

(adb/bir)