KPU Sebut Anggaran Hibah Pilkada dalam 232 Wilayah Sudah Cair

Jakarta, CNN Indonesia —

Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) RI Arief Bijaksana mengatakan dana hibah di 232 daerah sudah dicairkan untuk mewujudkan Pilkada  Serentak 2020 .

Arief mengatakan itu berdasarkan buatan laporan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) per 24 Agustus 2020 lalu.

“2 hari lalu saya konfirmasi dari 270 daerah, baru 232 [yang 100 persen transfer dana hibah Pilkada], ” kata Arief dalam konvensi pers di Kantor BNPB yang ditayangkan pada kanal Youtube BNPB, Rabu (26/8).


Bertambah lanjut, Arief berharap kepada 38 daerah yang belum 100 upah mencairkan dana hibah untuk segera dilunaskan. Hal itu bertujuan agar tahapan penyelenggaraan Pilkada  2020 sanggup berjalan dengan maksimal.

KPUD, kata dia, membutuhkan dana tersebut untuk menanggung persiapan pilkada. Terlebih lagi tingkatan sudah dimulai kembali sejak 15 Juni lalu.

Ia pun berharap daerah tak berlarut-larut untuk mencairkan anggaran tersebut menetapi tahapan Pilkada 2020 akan memasuki masa pendaftaran calon pada 4-6 September 2020 mendatang.

“Mudah-mudahan enggak berminggu-minggu. Dan mudah-mudahan minggu depan atau 2 minggu ke depan, transfer bisa dilakukan, ” kata dia.

Berdasarkan data per 25 Juli 2020 lalu, KPU merinci sudah ada 206 daerah yang memperoleh transfer anggaran untuk Pilkada. Padahal, Kementerian Dalam Negeri sudah meluluskan tenggat waktu para kepala kawasan di 270 wilayah yang belum mencairkan NPHD untuk Pilkada 2020 paling lambat 15 Juli 2020 lalu.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 daerah pada 9 Desember 2020. Untuk membiayai pengoperasian, pemerintah daerah diminta menyepakati perkiraan dalam bentuk NPHD kepada KPU dan Bawaslu.

Mutlak NPHD yang disepakati 270 pemda dengan KPU di daerah merupakan sebesar Rp10, 9 triliun Sementara total NPHD yang disepakati secara Bawaslu berkisar di angka Rp4 triliun hingga Rp5 triliun.

(rzr/osc)

[Gambas:Video CNN]