KPU Habiskan Rp586, 6 Miliar buat APD Selama Pilkada 2020

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menghabiskan Rp586, 6 miliar untuk menyiapkan alat pelindung muncul (APD) karena Pilkada Serentak 2020   dilaksanakan saat pandemi Covid-19.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan anggaran itu dimanfaatkan untuk membeli logistik khusus pandemi, seperti masker, alat pengukur suhu, hingga baju hazmat.

“Ada 13 item logistik yang dulu tidak pernah ada karena kita menyelenggarakannya dalam situasi normal. Pada saat Pilkada 2020 kita menyelenggarakannya dalam situasi pandemi, ” kata Arief dalam diskusi daring, Kamis (17/12).


Dalam paparan Arief, berterima terbesar untuk membeli masker sebanyak 900. 051 boks dengan biji Rp145, 2 miliar. Kemudian tersedia pengadaan 300. 017 unit corong pengukur suhu badan atau  thermo gun senilai Rp144, 6 miliar, dan 300 ribu baju hazmat senilai Rp30, 2 miliar.

Kemudian untuk pembelian 600 ribu botol disinfektan senilai Rp41, 5 miliar, 600 ribu botol sabun tenang senilai Rp10, 9 miliar, 2, 7 juta unit face shield senilai Rp25, 8 miliar, 300 seperseribu boks sarung tangan latex buat KPPS senilai Rp29, 6 miliar, serta 300 ribu alat semprot senilai Rp25, 9 miliar.

Ada juga pengadaan 600 ribu tempat minuman berkeran senilai Rp58, 2 miliar, 3 juta boks sarung lengah plastik untuk pemilih Rp41, 8 miliar, 300 ribu lembar plastik senilai Rp4, 2 miliar, tisu sebanyak 900 ribu boks dengan nilai Rp15, 6 miliar, dan 600 ribu botol hand sanitizer senilai Rp13, 2 miliar.

Arief menyampaikan anggaran tersebut dikeluarkan untuk memastikan keselamatan semua pihak dalam mengikuti pilkada di  tengah  pandemi.

“Untuk mendukung pencapaian menjaga kesehatan serta keselamatan bagi semua pihak. Bukan hanya bagi penyelenggara pemilu, akan tetapi juga bagi pemilih. Ada kedok, thermo gun , baju hazmat dan seterusnya, ” ujar Arief.

Sementara itu, Pilkada  Spontan 2020 telah memunculkan klaster  baru  penyebaran virus corona. Tiga wilayah antara lain berada di Banten yaitu, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang.  

“Kabupaten Serang minggu tersebut zona merah, hal ini konsekuensi dari dominasi kasus positif lantaran kluster pilkada, ” kata Ati kepada wartawan seperti dikutip CNNIndonesia. com , Selasa (15/12).

(dhf/pmg)

[Gambas:Video CNN]