KPK Disebut Mulai Tawari Pegawai Gagal TWK Masuk BUMN

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) disebut mulai menawari 57 pegawai tak lulus tes wawasan kewarganegaraan nasional (TWK) untuk masuk perusahaan plat merah atau Pranata Usaha Milik Negara ( BUMN ).

Sumber CNNIndonesia. com , yang merupakan pegawai tak lulus TWK mengaku telah didekati Deputi Pencegahan KPK  Pahala Nainggolan untuk masuk BUMN. Namun, ia diberi syarat agar menandatangani surat pengunduran muncul dan bersedia  disalurkan ke BUMN.

“Saya tadi ditelpon Deputi Pencegahan, bila mau akan disalurkan ke BUMN, ” sirih sumber, Senin (13/9).


Selain oleh Deputi Pencegahan, sumber membicarakan tawaran disalurkan ke BUMN juga disampaikan oleh Carik Jenderal KPK, Cahya Harefa. Keduanya disebut mulai menawari secara pribadi kepada para pegawai tak lulus TWK dan gagal menjadi ASN.

Upaya pendekatan itu, menurut dia, telah dilakukan KPK pada pekan terakhir. Per Senin (13/9) hari ini, para-para pegawai yang bersedia diminta untuk menyerahkan surat pembatalan diri ke komisi antirasuah sebab pemberhentian dengan salut telah ditandatangani oleh pimpinan.

“Saya dikontak Sekjen yang menawarkan rencana untuk disalurkan ke BUMN (belum pasti), namun syaratnya memberikan surat pengunduran diri yang ditunggu untuk disampaikan di Rapim pada keadaan Senin ini, ” logat dia.

Sumber mencurigai bahwa tawaran itu hanya akal-akalan KPK biar 57 pegawai tak lucut TWK segera menyerahkan tulisan pengunduran diri. Di bagian lain, tawaran penempatan ke BUMN tersebut belum positif, mulai dari posisi, tanda perusahaan, lokasi, dan kehormatan.

Hingga batas waktu yang ditentukan, ia mengaku belum menyerahkan surat pengunduran diri yang diminta sebagai syarat penempatan ke BUMN.

“Kita diiming-imingi menghunjam BUMN, lalu disuruh mengajukan permohonan ke BUMN serta ditambah Surat Permohonan Pembatalan diri dari KPK, BUMN-nya tidak diterima atau BUMN yang sudah kolaps, berantakan surat permohonan pengunduran muncul kita dijadikan dasar PDH kita, ” kata sumber.

Hingga berita ini ditulis, Sekjen KPK, Cahya Harefa dan Utusan Pencegahan Pahala Nainggolan belum angkat suara terkait kabar tersebut. CNNIndonesia. com , telah menemui keduanya lewat pesan sedikit dan telepon namun tak mendapat respons.

(thr/DAL)

[Gambas:Video CNN]