Korban Tewas Gempa Haiti Siap 304 Jiwa, Pencarian Bersambung

Jakarta, CNN Indonesia —

Korban meninggal akibat  gempa berkekuatan 7, 2 magnitudo di  Haiti mencapai 304 jiwa. Had kini, petugas setempat masih melakukan pencarian korban aman.

Badan Perlindungan Sipil Haiti mengungkapkan kira-kira jam usai gempa, jumlah korban tewas melonjak menjadi 304 orang. Dari jumlah itu, 160 orang di antaranya berasal dari daerah tengah gempa.

“Respons awal, baik oleh penyelamat profesional dan anggota bangsa telah membuat banyak karakter diselamatkan dari reruntuhan. Rumah sakit terus menerima target luka-luka, ” terang Awak Perlindungan sipil Haiti Jerry Chandler kepada AFP , Minggu (15/8)


Otoritas itu mengatakan ratusan orang terluka & masih hilang. Banyaknya objek luka membuat rumah melempem Kota Pastel, Corailles & Roseaux benar-benar penuh.

Gempa di Haiti terjadi pada Sabtu (14/8). Pusat Gempa berada kira-kira 160 kilometer dari pokok kota Port-au-Prince yang ialah wilayah padat penduduk.

Guncangan itu mulanya terasa di sebagian tinggi wilayah Karibia. Menurut foto-foto yang diunggah saksi gegabah, gempa itu meluluhlantakkan sekolah dan rumah-rumah di jazirah barat daya negara itu.

“Banyak panti hancur, orang meninggal & beberapa berada di rumah sakit, ” ujar lengah stau korban gempa, Christella Saint Hilaire.

“Saya berkecukupan di rumah ketika berangkat ada getaran, saya beruang di dekat jendela dan saya melihat semuanya jeblok, ” lanjutnya.

Hilaire mengaku tertimpa reruntuhan dinding, tetapi ia merasa lukanya tak terlalu berat.

Warga dengan lain, berbagi foto dalam media sosial mengenai cara mereka menarik korban dari reruntuhan bangunan, sedangkan orang-orang berteriak mencari pertolongan dalam luar rumah.

“Rumah-rumah dan tembok-tembok dalam sekitarnya telah runtuh. Atap katedral juga runtuh, ” kata penduduk Job Joseph dari kota Jeremie di ujung barat Haiti.

Kerusakan parah dilaporkan terjadi dalam pusat kota, yang beberapa besar terdiri dari tempat tinggal dan bangunan kepala lantai.

Keburukan di kota Les Cayes juga tampak signifikan, tercatat runtuhnya sebuah hotel bertingkat.

Sebagai tanggapan atas bencana itu, Pertama Menteri Haiti Ariel Henry mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan.

Di luar itu, Kepala AS Joe Biden mengirimkan belasungkawanya. Ia merasa prihatin dengan bencana yang menimpa Haiti.

“Dalam masa yang sudah menantang bagi anak buah Haiti, saya sedih dengan gempa bumi yang menghancurkan, ” kata Biden.

Haiti sedang menghadapi masa sulit usai Presiden Jovenel Moise dibunuh di rumahnya oleh kelompok bersenjata. Gempa ini semakin menegangkan situasi negara yang sudah berjuang melawan kemiskinan, kekerasan yang meningkat, dan pandemi covid-19.

AS juga disebut akan lekas mengirim bantuan ke negeri tersebut. “(Kami siap) menghargai kerusakan dan membantu upaya untuk memulihkan mereka dengan terluka dan yang harus sekarang dibangun kembali, ” terang Biden.

Sebelumnya, gempa berkekuatan tujuh, 0 M juga pernah mengguncang Haiti pada Januari 2010 lalu. Imbas bala itu lebih dari 200 ribu orang tewas serta 300 ribu lainnya merasai luka-luka.

Pusat kota Port-au-Prince dan kota-kota terdekat cuma menyisakan reruntuhan berdebu.

Gempa itu menghancurkan ratusan ribu rumah, yang membuat setengah juta masyarakat Haiti menjadi tuna wisma. Selain itu, gedung administrasi dan sekolah, belum sedang 60 persen sistem pembelaan kesehatan di Haiti serupa turut hancur.

Pembangunan kembali rumah sakit utama negara itu masih belum selesai, dan pola non-pemerintah telah berjuang untuk menutupi banyak kekurangan pada negara bagian itu.

(nsa/bir)

[Gambas:Video CNN]