Klasemen Akhir Paralimpiade Tokyo 2020

Jakarta, CNN Indonesia —

Paralimpiade Tokyo 2020  berakhir Minggu (5/9) setelah dibuka dalam 24 Agustus. Berikut klasemen akhir Paralimpiade Tokyo .

Lima cabang olahraga dipertandingkan pada hari terakhir Paralimpiade Tokyo, bola basket kursi roda, atletik, menembak, voli duduk, dan badminton.

Indonesia meraih tambahan satu emas, satu perak, dan kepala perunggu dari laga badminton yang berlangsung di Gelanggang Nasional Yoyogi.


Hary Susanto/Leani Ratri Oktila meraih emas di nomor ganda campuran, Leani pula menyerang perak tunggal putri, & Fredy Setiawan mendulang gangsa di nomor tunggal anak.

Tambahan tiga medali dari badminton begitu berarti bagi Indonesia dengan menempati peringkat ke-43 dalam klasemen akhir Paralimpiade Tokyo 2020. Secara total Nusantara meraih dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.

“Alhamdulillah… Puji Tuhan hasil kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 thn 2021 ini: dua medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu naik ke peringkat 43 bila dibandingkan dgn perolehan di Rio de Janeiro tahun 2016 hanya memperoleh 1 medali gangsa dan berada di peringkat 76, ” ucap Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali.

Hary  Susanto/Leani  Ratri  Oktila  meraih emas dalam cabor badminton bagi Nusantara. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

China menempati status pertama dalam klaseemn akhir Paralimpiade 2020 dengan 96 emas, 60 perak, dan 51 perunggu.

Inggris Raya membuntuti di peringkat kedua dengan 41 emas, 38 perak, serta 45 perunggu. Inggris unggul empat emas atas Amerika Serikat yang menempati peringkat ketiga.

Atlet-atlet Rusia yang berada di bawah alam Russian Paralympics Committee menduduki peringkat keempat dengan 36 emas.

Belanda unggul satu emas akan Ukraina dalam perebutan situasi lima besar, padahal Ukraina memiliki jumah perak yang cukup banyak.

Klasemen Akhir Paralimpiade Tokyo 2020:

1. China (96 emas, 60 perak, 51 perunggu)
2. Inggris Besar (41 emas, 38 perak, 45 perunggu)
3. AS (37 emas, 36 perak, 31 perunggu)
4. RPC (36 aurum, 33 perak, 49 perunggu)
5. Belanda (25 emas, 17 perak, 17 perunggu)
6. Ukraina (24 emas, 47 galuh, 27 perunggu)
7. Brasil (22 emas, 20 perak, 30 perunggu)
8. Australia (21 emas, 29 perak, 30 perunggu)
9. Italia (14 emas, 29 perak, 26 perunggu)
10. Azerbaijan (14 emas, 1 galuh, 4 perunggu)
.
.
.
43. Indonesia (2 emas, 3 galuh, 4 perunggu)

[Gambas:Video CNN]

(nva)