Kemenag Godok Rencana Bentuk Ditjen Khusus Pesantren

Jakarta, CNN Indonesia —

Staf Khusus Gajah Agama , Nuruzzaman mengatakan saat ini sedang berproses penggodokan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren pada Kementerian Agama.

Pembentukan unit eselon I di Kemenag ini nantinya bertujuan untuk mengurus kebijaksanaan dan layanan Pondok Pesantren yang tersebar di segenap Indonesia.

“Dalam waktu dekat pesantren tidak lagi diurus oleh direktorat saja, namun Kemenag sudah berupaya untuk membentuk mulia Direktorat Jenderal tersendiri, jadi posisi pesantren akan menjelma jauh lebih strategis, ” kata Nuruzzaman dalam tanda resmi yang dikutip Rabu (9/6).


Nuruzzaman mengatakan usulan tersebut kini telah diajukan serta sedang berproses di Departemen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ia menargetkan tahun ini dapat direalisasikan.

Dia  menerangkan pembentukan Ditjen Pesantren tak lepas dari upaya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menetapkan Kemandirian Pesantren sebagai satu diantara program prioritas Kemenag. Kalender tersebut menjadi wujud implementasi UU Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren.

“Ini menjadi keterangan utama mengapa Menteri Agama berkepentingan meluaskan jangkauan, mengikuti menjadikan pesantren menjadi kepala dari tujuh program prioritasnya saat ini, ” kata pendahuluan Nuruzzaman.

Pengesahan atas Pesantren Salaf

Selain menyiapkan Ditjen Pesantren, Kemenag juga tetap mengupayakan rekognisi terhadap pesantren-pesantren salaf.

Semasa ini, lanjut Nuruzzaman, hidup stigma bahwa pesantren salaf tidak diakui secara sah oleh negara. Bahkan, lulusannya, termasuk kiainya yang tak mempunyai gelar pendidikan legal.

“Peta berkepanjangan telah Kemenag rumuskan serta menjadi tuntutan kita dengan jalan apa kiai-kiai salaf mendapat rekognisi dapat dipersamakan statusnya dengan mereka yang memiliki menggelar Pendidikan formal, ” logat dia.

Sebagai informasi, selama ini direktorat yang mengerjakan pesantren di Kementerian Agama ada di bawah bimbingan Ditjen Pendidikan Islam. Direktorat Pesantren tersebut dipimpin seorang direktur.

Konsep mengenai pembentukan Ditjen istimewa yang menangani Pesantren telah muncul sejak Pilpres 2019 lalu. Kala itu, Ma’ruf Amin yang masih berstatus sebagai calon wakil kepala sempat menginginkan pembentukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama.

Ma’ruf  yang era itu masih berstatus pemimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tersebut menilai pesantren sangat penting bagi pendidikan di Indonesia. Terlebih, bukti Direktorat Jenderal Pendidikan Agama islam Kementerian Agama pada 2016 menunjukkan ada 28, 194 pesantren tersebar di daerah kota maupun pedesaan.

“Nanti berikutnya menteri urusan pesantren, tapi dirjen dulu supaya ada yang ngurusin pesantren, biar memiliki posisi lebih kuat, ” kata Ma’ruf di Banda Aceh, 19 September 2018.

(rzr/kid)

[Gambas:Video CNN]