Kebakaran Rumah di Jalur Gaza Akibat Lilin Tewaskan 3 Anak

Jakarta, CNN Indonesia —

Tiga bocah bersaudara di  Jalur Gaza , Palestina , tewas saat sendi mereka hangus terbakar   di dalam Selasa (1/9) lalu.

Penyebab kebakaran diyakini berasal sebab lilin yang mereka gunakan untuk menerangi rumah akibat pemadaman listrik.

Dilansir Middle East Meng , Kamis (3/9), tiga bersaudara nahas itu yakni Mahmoud, Mohammed, dan Yousef Al-Hazeen. Mereka tinggal di kamp pengungsi Al-Nuseirat, Carik Gaza. Saat kejadian, mereka terbaring lebih awal karena tidak diizinkan bermain di luar rumah akibat pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) sebab virus corona.


Patuh Kementerian Kesehatan di Gaza, ketiga anak laki-laki itu dinyatakan wafat saat tiba di rumah sakit Al-Aqsa. Direktur Jenderal Rumah Sakit, Kamal Khattab, mengatakan para tetangga tidak bisa menyelamatkan anak-anak tersebut karena besarnya kobaran api.

Pemerintah di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan turut belasungkawa atas tragedi tersebut. Mereka menyatakan bahwa anak-anak itu ialah korban dari pendudukan dan pengepungan yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.

Pejabat kementerian setempat mengatakan Israel harus ikut bertanggung jawab atas meninggalnya anak-anak itu.

Saat ini, pasokan elektrik hanya tersedia selama empat tanda sehari di beberapa wilayah Salur Gaza. Itu artinya, banyak awak yang terpaksa menyalakan lilin buat menerangi rumah mereka. Ketika parafin jatuh atau habis maka sensitif memicu kebakaran.

Terbatasnya pasokan listrik terjadi karena Israel menutup perbatasan Jalur Gaza. Mereka juga melarang pasokan bahan menjilat untuk pembangkit listrik di Sabuk Gaza karena dinilai rawan dibuat sebagai senjata oleh milisi Hamas.

Blokade itu dikerjakan setelah Hamas menguasai Jalur Gaza sejak 2007 setelah tidak melegalkan hasil pemilu. Akan tetapi, Israel menyatakan akan mengizinkan pasokan target bakar untuk pembangkit listrik ke Jalur Gaza secara terbatas.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]