Kaki gunung Grogol Selatan Bantah Spesialkan Djoko Tjandra Urus KTP

Jakarta, CNN Indonesia —

Lurah Grogol Daksina , Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Asep Subahan membantah telah memberi pelayanan khusus pada buronan kasus korupsi pengalihan sah tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra   saat mengurus pengerjaan E-KTP.

Saat menerima Djoko beserta tiga orang yang lain di Kantor Lurah, Asep mengaku tak tahu menahu soal posisi buron Djoko. Saat itu dia memposisikan Djoko seperti warga lain pada umumnya.

“Kami beranggapan dia warga biasa yang membutuhkan pelayanan, ya kami layani. Jadi tidak ada istilahnya kita mengistimewakan dia, ” kata Asep kepada wartawan, Selasa (7/7).


Djoko bersama kuasa hukumnya, Anita diketahui mendatangi Kelurahan Grogol Selatan pada 8 Juni lalu untuk membuat E-KTP baru. Bukti identitas Kependudukan tersebut digunakan Djoko untuk mengajukan sidang gugatan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Jati Jakarta Selatan pada hari yang serupa.

Asep mengaku memang sempat mengantar Djoko ke ruang satuan pelayanan Jawatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berada di Kantor Kelurahan. Kata Asep, hal itu ia lakukan sebatas menjalankan tugas sebagai kaki gunung terhadap warga yang membutuhkan servis. Bukan bentuk pelayanan khusus.

Asep mengaku juga tidak berbicara langsung dengan Djoko saat diantar ke ruang Disdukcapil. Dia hanya sempat mengobrol dengan Pengaruh Hukum yang mengantar Djoko ke kantornya tersebut.

Say hello saja untuk proses dia selaku kuasa hukum, ” ujar Asep.

Asep juga membantah pihaknya secara mendadak mencetak E-KTP milik Djoko. Sebutan dia, pihak Dukcapil di Kelurahan hanya merekam data Djoko untuk memperbarui KTP lama milik Djoko menjadi e-KTP.

Situasi itu ia lakukan sebab keterangan Djoko masih terbaca oleh pola pencatatan milik Kemendagri. Data dalam sistem juga tak mencatat bahwa Djoko merupakan buronan Kejaksaan Mulia.

“Kalau saya tahu itu buronan, saya minta advice dulu ke pimpinan, ” katanya.

Gelagat, perangai, dan tindak tanduk Djoko juga Asep menerbitkan saat mendatangi Kantor Kelurahan. Menurutnya, tak ada yang patut dicurigai.

Djoko datang ke kelurahan dalam laksana sehat. Ia mengenakan setelan jas dengan didampingi kuasa hukum, supir, dan satu orang yang dia duga sebagai pengawalnya.

Asep mengaku melihat Djoko seolah-olah warga biasa. Ia juga tidak sampai memperhatikan kendaraan yang ditumpangi Djoko ketika itu, termasuk dirinya yang tak sampai berbicara langsung dengan Djoko.

“Ya seperti kebanyakan warga lah, dia pakai jas, cuma itu saja. Saya antar sampai pintu kelurahan, saya juga nggak perhatikan mobilnya apa.

Penuturan Warga

Tatkala itu, sejumlah warga menuturkan jalan pembuatan E-KTP di Kelurahan Grogol Selatan. Herman (42), warga RT 06 RT 01 mengaku memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk proses pembuatan e-KTP miliknya.

Ditemui di Kantor Kelurahan, Herman yang ditemani bersama istrinya mengaku baru sempat mengambil E-KTP yang mestinya bisa diambil dalam Januari lalu sejak didaftarkan di dalam bulan November sebelumnya.

Herman mengatakan pembuatan ulang E-KTP tersebut karena tersedia salah huruf pada namanya.

“Harusnya itu mengambil Januari. November proses, ngambil Januari. Akan tetapi karena ada Corona kita enggak bisa ngambil. Baru-baru ini mengambil, ” kata Herman.

Lain Herman, lain Tari (30). Ditemui di ruang Satuan Penyajian Dukcapil Kelurahan Grogol Selatan, dia mengaku proses pembuatan ulang E-KTP miliknya hanya butuh waktu sehari.

Tari mengaku mengajukan proses pembuatan e-KTP miliknya di Senin (6/7) pagi kemarin, pasal e-KTP dirinya hilang. Oleh petugas Dukcapil kelurahan, ia lalu diminta untuk mengambil sore hari. Namun, ia baru sempat mengambilnya sehari kemudian pada Selasa (7/7) esoknya.

“Baru kemarin bikin. Karena KTP saya ilang. Langsung sore suruh balik. Daftar separuh 7 ke sini. Terus katanya suruh balik besok pagi, ” kata dia.

(bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]