Jenazah Covid-19 Tak Dikubur RSUD, Warga Malteng Tutup Bulevar

Jakarta, CNN Indonesia —

Puluhan warga Desa Watludan, Kecamatan TNS,   Maluku Tengah geram secara keputusan RSUD Masohi yang enggan menguburkan jenazah penderita Covid-19 . Mereka kendati memblokade jalan sambil memanas-manasi ban dan menyampaikan tuntutan.

Awalnya, warga asal Desa Watludan, Marten Pasalbessy dinyatakan terpapar Covid-19. Ia kemudian dirawat di RSUD Masohi. Beberapa hari dirawat, Marten meninggal negeri, Selasa (6/7).

Seorang tanggungan Marten, Marcello mengatakan RSUD Masohi sempat membawa kotak jenazah untuk diserahkan kepada keluarga agar memakamkan sendiri.


“Kami resah, bapak sudah divonis meninggal Covid-19 dan disiapkan dimakamkan dengan prosedur covid, malahan mereka kasih kotak mayat kepada keluarga untuk dimakamkan sendiri, ” cakap Marcello saat dikonfirmasi, Kamis (8/7).

“Kenapa kalau covid kalian berkelakar tanggung jawab pemakaman kepada keluarga, kenapa kalau covid biaya peti mati, dan biaya lainnya tanggung keluarga, ” ujarnya menambahkan.

Masyarakat Desa Watludan juga gemas terhadap RSUD Masohi dengan memvonis Marten terpapar Covid-19. Aksi warga ini terekam dalam video yang viral di media sosial.

Dalam video itu, mereka terlihat membentangkan pohon untuk menutup jalan, mengompori ban bekas, hingga mengecor jalan. Warga juga membentangkan spanduk bertuliskan pulihkan nama baik Desa Watludan sejak Covid-19.

CNNIndonesia. com telah menerima salinan masukan polisi terkait peristiwa di Desa Watludan, Kecamatan TNS, Maluku Tengah itu.

(sai/fra)

[Gambas:Video CNN]