Jeannice Reading, Hakim di Kasus Pembunuhan George Floyd

Jakarta, CNN Indonesia — Sidang kasus pembunuhan  George Floyd dengan terdakwa Derek Chauvin digelar di Mahkamah Minneapolis dan dipimpin oleh hakim Jeannice M. Reding.

Di dalam sidang perdana yang digelar Senin (8/9) waktu setempat, Reding menyetujui permohonan jaksa soal penetapan uang jaminan sebesar US$ 1, 25 juta atau sekitar Rp17, 5 miliar.

Dalam konvensi tersebut, hakim menghadirkan Chauvin secara virtual. Mantan anggota polisi Minneapolis itu muncul lewat CCTV daripada penjara keamanan maksimum Oak Park Heights, tempat dia ditahan.

Chauvin ditangkap akhir bulan lalu dan disangkakan bab pembunuhan tingkat tiga yang lalu diperberat menjadi pembunuhan tingkat dua. Dia terancam dipenjara selama 40 tahun.

Chauvin tidak sendiri, tiga anggota polisi lainnya dengan terlibat dalam kematian Floyd, Thomas Lane, J. Alexander Kueng serta Tou Thao disangkakan membantu beserta bersekongkol dalam pembunuhan tingkat besar.

George Floyd, pria kulit hitam itu tewas pada 25 Mei lalu karena kehabisan napas usai lehernya diinjak secara lutut oleh Derek Chauvin semasa delapan menit 46 detik di dalam proses penangkapan.

Moralitas Floyd memicu demonstrasi besar anti-rasisme di penjuru Amerika Serikat, makin dunia. Solidaritas disuarakan.

Nama Jeannice M. Reding pun turut mencuat kala dia menangani perkara yang menjadi menghiraukan dunia ini.
 

Jeannice M. Reding merupakan sarjana lulusan Universitas Wisconsin pada 1984. Dia menerima gelar Juris Doctor (gelar dasar bagi lulusan jurusan hukum di AS) dari Sekolah Hukum Universitas Minnesota pada 1990.
 
Sebelum menjabat sebagai hakim Kawasan Yudisial Keempat di Minnesota, Reding sempat menjadi Wasit Distrik Meja hijau Keempat pada 2004-2006.

Dia juga pernah menjadi Hakim Dukungan Distrik Yudisial Keempat pada 1999-2004, dan Hakim Hukum Administratif di Kantor Audiensi Administratif (Administrative Hearings) pada 1997-1999.
 
Dilansir dari laman Minnesota Judicial Branch , Reding pernah menjadi pengacara pada perusahaan Best and Flanagan yang bermarkas di Minneapolis.
 
Reding tercatat sebagai kurang keanggotaan profesional seperti anggota pendiri dan bendahara di Asosiasi Indian Amerika Minnesota, anggota Dewan Yudisial cabang Yudisial Minnesota sejak Juli 2013 hingga sekarang, lalu Pemimpin Yayasan Hakim Distrik Minnesota 2014-2016.

Kemudian Anggota Dewan Yayasan Hakim Distrik Minnesota, dan Ketua Komite Pengembangan SDM/Pendidikan dan Organisasi cabang Peradilan Minnesota sejak 2017 hingga sekarang.
 
Sebagai hakim, pekerjaan Reding dirintis sejak 2006. Berangkat dari hakim perkara keluarga hingga kriminal. Kini nasib kasus mair George Floyd ada di lengah Reding. (ans/dea)

[Gambas:Video CNN]