Jalan Penderita Gangguan Jiwa Terobos Mako Brimob Sultra

Kendari, CNN Indonesia —

Seorang pria dengan gangguan jiwa menerobos Markas Komando Brigade Mobil (Brimob)  Polda Sulawesi Tenggara, Sabtu (20/6) sore. Personel Detasemen Khusus 88 Antiteror sempat diturunkan untuk meninjau pelaku.

Penerobos itu berinisial S berusia 40 tahun. Ia adalah warga Kabupaten Konawe Selatan.

Komandan Dasar Brimob Polda Sultra, Komisaris Luhur Adarma Sinaga mengatakan, pria tersebut datang dari jalur berlawanan pokok dan masuk ke Mako Brimob Polda Sultra.


Kebetulan di saat bersamaan, mobil Udara baru tiba di kantor tersebut.

Di pintu menyelundup, pelaku dicegat oleh petugas bangun namun ia malah turun daripada motornya dan mengeluarkan payung. Beberapa aparat langsung menjauh untuk bersiaga dan mengantisipasi kejadian tak diinginkan.

Pelaku sempat diminta untuk mundur namun tak digubris hingga akhirnya petugas membuang tembakan peringatan ke udara.

“Pria itu tidak berhenti, malah mengejar petugas, ” kata Adarma Sinaga saat dihubungi  CNNIndonesia. com, Minggu (21/6).

Pria tersebut sempat menyelap di area Mako Brimob seraya mengerikan kata-kata provokatif.

Beberapa polisi yang ada di lokasi tak mengambil tindakan teledor. Mereka mencoba menjaga jarak dan mengingatkan pelaku untuk mundur.

Namun pelaku malah mengejar aparat. Beberapa menit kemudian, seorang petugas melumpuhkan pelaku dari perempuan dengan cara memeluk dan dibaringkan ke tanah.

Adarma mengatakan pelaku lalu diinterogasi oleh tim Detasemen Istimewa (Densus) 88 Anti-Teror di Brimob Polda Sultra karena dicurigai terpaut jaringan teroris.

“Di empat menit pertama dia menjawab lancar dan jawabannya rasional. Kalau dikerasi dia ikut keras. Kalau dillembutin dia ikut lembut, ” katanya.

Belakangan, lanjut Adarma, keluarga pelaku membawa tulisan keterangan bahwa yang bersangkutan sudah mengalami gila dan sempat dirawat di rumah sakit jiwa.

Polisi selanjutnya menyerahkan penanganan kasus ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sultra buat dilakukan penyelidikan dan akan diuji psikologinya di Rumah Sakit Spirit.

“Nanti dokter yang tentukan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan, ” tuturnya.

Dalam peristiwa ini, petugas turut mengamankan payung termasuk gagang besi yang sudah dirancang maujud angka tujuh.

(pnd/sur)

[Gambas:Video CNN]