Irjen Napoleon Tak Ditahan Usai Diperiksa Kasus Suap Djoktjan

Jakarta, CNN Indonesia —

Polisi memutuskan untuk tidak membekukan Irjen Pol.   Napoleon Bonaparte usai dicecar 70 pertanyaan sebab tim penyidik dalam lanjutan pemeriksaan kasus dugaan menerima suap penerbitan  surat jalan palsu (red notice) Djoko Tjandra .

Biar telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menerima sejumlah uang dari Djoko Tjandra, penahanan kepada Napoleon disebut menjadi hak prerogatif tim penyidik yang mendalami peristiwa tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono mengungkapkan, dua tersangka yang tidak ditahan, salah satunya karena dinilai kooperatif selama pemeriksaan. Sedangkan, satu tersangka lain, yang tidak ditahan yaitu pengusaha Tommy Sumardi selaku bagian yang memberi suap.


“Kalau ditanya kenapa tidak ditahan, tentunya kembali lagi ini adalah hak prerogatif dari penyidik terpaut dengan syarat subjektif maupun faktual terkait penahanan, ” ujar Bambu kepada wartawan di gedung Bareskrim, Selasa (25/8) malam.

Diketahui, tim penyidik kembali mengabulkan pemeriksaan terhadap tiga tersangka peristiwa suap penghapusan red notice Djoko Tjandra pada Selasa (25/8). Selain Irjen Napoleon dan Tommy Sumardi, polisi juga memeriksa mantan Kakorwas PPNS, Brigjen Pol. Prasetijo Utomo yang diduga menerima uang senilai USD 20 ribu dari Djoko Tjandra.

Awi mengatakan, kepada ketiganya, tim penyidik total mengajukan 180 perkara selama kurang lebih 12 tanda pemeriksaan sejak pukul 8. 00 sampai dengan 21. 00 WIB.

Dari total 180 pertanyaan tersebut, Irjen Napoleon disebut Awi menerima paling banyak pertanyaan oleh tim penyidik dengan 70 pertanyaan. Lalu, Tommy Sumardi dicecar 60 pertanyaan, dan Brigjen Prasetijo dicecar 50 pertanyaan.

Namun, usai pemeriksaan tersebut petugas memutuskan untuk tetap menahan Prasetijo. Awi bilang, penahan itu lantaran yang bersangkutan sebelumnya memang telah ditahan selaku tersangka dalam peristiwa surat jalan palsu Djoko Tjandra.

“Kalau terkait tersangka satunya, PU memang ditahan terkait kasus sebelumnya yaitu kasus tulisan jalan palsu Djoko Tjandra, ” ujar Awi.

Semasa kurang lebih 12 jam pemeriksaan pada ketiganya, tim penyidik  masih mendalami kasus suap yang menyeret perut perwira tinggi korps Bhayangkara itu. Pendalaman itu terutama terkait detail transaksi itu mulai dari wadah, waktu, maupun kecocokan dengan sebanyak keterangan dari saksi lain.

Polisi hingga kini sudah menetapkan lima tersangka dalam urusan suap dan surat jalan buatan yang melibatkan Djoko Tjandra.  

Dalam kasus surat jalan palsu, tiga tersangka yakni, Djoko Tjandra & pengacaranya, Anita Kolopaking, serta Brigjen Prasetijo. Sedangkan dalam kasus uang sogok, tersangka pemberi yakni Djoko  Tjandra dan rekan bisnisnya, Tommy Sumardi, dan selaku penerima yakni Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo.

Sementara, satu tersangka lain ditetapkan oleh Kejaksaan Agung pada kasus yang berbeda yakni, Jaksa Pianangki Sirna Malasari. Pinangki diduga menerima janji hadiah senilai Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra pada 2019 dalam sebagai bayaran pengurusan fatwa ke MA & pengurusan sidang Peninjauan Kembali (PK).

(thr/wis)

[Gambas:Video CNN]