Inggris-Uni Eropa Akhirnya Sepakati Perjanjian Kulak Brexit

Jakarta, CNN Indonesia —

Inggris   dan  Uni Eropa akhirnya menyepakati ketentuan soal perdagangan bebas sepekan menjumpai Brexit .

Dilansir Associated Press, Sabtu (26/12), kesepakatan itu mengakhiri kekhawatiran akan terjadinya keributan perekonomian antara kedua belah bagian menjelang pergantian tahun, dan mendatangkan kegembiraan bagi pelaku usaha setelah bertahun-tahun risau akibat perundingan Brexit yang selalu buntu.

“Kita berhasil mengendalikan aturan dan nasib kita, ” kata Pertama Menteri Inggris, Boris Johnson.


Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga menerima baik keputusan itu.

“Ini adalah jalan panjang dan berliku, tetapi kita berhasil mewujudkan kesepakatan untuk membuktikannya. Kesepakatan itu adil dan seimbang, serta tepat dan bertanggung jawab bagi kedua belah pihak, ” kata von der Leyen.

Setelah kesepakatan itu ditandatangani oleh kedua belah pihak, Inggris dan 27 negara anggota Uni Eropa bisa melanjutkan perdagangan minus tarif atau kuota, setelah Inggris resmi keluar dari blok itu pada 1 Januari mendatang.

Kesepakatan ini menjadi akhir yang melegakan setelah perundingan jarang Inggris dan Uni Eropa semasa sembilan bulan berjalan sangat ulet.

Parlemen Inggris dijadwalkan akan memberi sikap terhadap keputusan perundingan itu melalui pemungutan perkataan pada 30 Desember mendatang. Sedangkan Parlemen Eropa dan negara anggota Uni Eropa diperkirakan bakal menyelenggarakan voting terkait keputusan itu dalam 1 Januari 2021.

Prancis yang selama ini tak sepakat dengan usul yang diajukan Inggris menyatakan lega dengan tercapainya kesepakatan itu.

“Persatuan dan keteguhan Eropa akhirnya terbayar, ” kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melalui pernyataan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyatakan gembira dan optimis hasil perundingan itu akan mendatangkan kebaikan.

Rakyat Inggris memutuskan ingin berpisah dari Bon Eropa pada 2015 silam, secara hasil pendukung Brexit memperoleh 52 persen suara, melawan kelompok penyanggah sebanyak 48 persen.

Akan tetapi, proses pengajuan kesepakatan dengan Uni Eropa di dalam pemerintahan Inggris butuh waktu maka tiga tahun.

Pada kesepakatan setebal 2. 000 kaca itu, Inggris menyatakan diberi kuasa mengendalikan keuangan, hukum, dan penangkapan ikan.

Sedangkan menurut von der Leyen, di dalam kesepakatan itu mengharuskan produk-produk Inggris tetap mengikuti standar yang ditetapkan dalam pasar tunggal Asosiasi Eropa.

Akan namun, pada 1 Januari 2021 kelak para pekerja migran di Eropa juga akan merasakan dampak lantaran Brexit. Warga Inggris dan Eropa daratan yang menjadi anggota Uni Eropa tidak bisa lagi sunyi mencari kerja tanpa visa.

(Associated Press/ayp)

[Gambas:Video CNN]