Imbas Gaduh Anies-Risma, 99 Ribu Keluarga Belum Terima Bansos

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemprov DKI Jakarta   menunda pemberian bantuan sosial ( bansos )  Covid-19 terhadap 99 ribu Tanggungan Penerima Manfaat (KPM) pasal ada dugaan data ganda. Pemprov DKI belum menganjurkan bansos kepada mereka kausa harus melakukan validasi masukan terlebih dahulu.

Masalah itu kini menjelma sorotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  dan Menteri Sosial  Tri Rismaharini .

“Sebelum Hari Raya Idul Adha kemarin, kami melakukan top up untuk 907 ribu daripada satu juta, kenapa? sebab masih ada data berpasangan 99. 450 KPM, ” kata Kepala Dinas Baik Premi Lesar dalam sebuah diskusi virtual.


“Itu merupakan keterangan dobel dari Kemensos, sehingga kami tidak bisa menyampaikan uang tersebut sebelum tersedia validasi data, ” tambahnya.

Menurut Premi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lalu bersurat ke Menteri Sosial Tri Rismaharini mengenai keberadaan data ganda tersebut.

“Pak Gubernur sudah bersurat kepada Ibu Mensos untuk meminta kepastian bahan by name by adress. Siapa saja yang menerima BST Kemensos, sehingga ana lakukan pemadanan data dan uang yang memang masih kami tunda kepada para pemilik rekening bisa cepat dicairkan, ” katanya.

Setelah dilakukan penghapusan data, ia mengatakan Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan bersumber dari APBD telah dikucurkan untuk 1. 007. 379 keluarga sepanjang Mei dan Juni. Kemensos pun melakukan pembersihan data.

Ia menyatakan bantuan dari Kemensos disalurkan menggunakan PT Pos Indonesia (Persero). Sementara bantuan dari Pemprov, penyaluran dilakukan melalui bon Bank DKI.

Selain uang, ia mengutarakan Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan berupa 10 Kg beras. Namun, lagi-lagi belum semua keluarga penerima mendapatkannya.

“Pemprov kemarin juga meluncurkan beras sebesar 10 kilogram kepada satu. 007. 379 tersebut, tapi memang yang 99. 450 masih kita hold pula menunggu kepastian data Kemensos, ” katanya.

Saat dikonfirmasi, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku belum memahami sepenuhnya surat yang dikirim Anies. Namun, dia mempersilakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jika hendak berdialog terkait hal tersebut.

“Saya tidak tahu persis samanya gimana. Silakan komunikasi dengan kami. Insyaallah kami akan buka semuanya. Tidak ada yang kami tutupi, ” kata Risma dalam jumpa pers, Selasa (3/8).

Mantan Wali Tanah air Surabaya itu mengakui tahu ada masalah terkait bansos Covid-19 di DKI Jakarta. Namun, katanya, itu bukan terkait data ganda, mengecualikan mekanisme penyaluran lewat Bank ATM.

Semula, kata Risma, Pemprov DKI meminta agar penyaluran BST dilakukan Bank DKI. Namun, pihak bank menolak, karena alasan teknis. Kemensos tahu mencarikan bank lain jadi pihak yang akan menyalurkan, namun kembali ditolak.

“Akhirnya kemudian kita tetap jalankan oleh PT Pos. Dan sekarang telah 95 persen, untuk tersalurkannya BST, ” kata tempat.

Hingga keadaan ini, Rabu (4/8), penyaluran bansos untuk sekitar 99 ribu itu masih tertunda. Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

“Sudah hampir segenap selesai mungkin tidak bertambah 5 persen yang sedang pemadanan data dengan Kemensos, masih terus dilakukan pemadanan datanya, ” kata Riza, Rabu (5/8).

(yoa/bmw)

[Gambas:Video CNN]