Harvard dan MIT Gugat Trump perkara Aturan Kuliah saat Pandemi

Jakarta, CNN Indonesia —

Universitas Harvard dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT) menggugat Pemimpin Amerika Konsorsium , Donald Trump , karena pemerintahannya melarang mahasiswa asing untuk melakukan kuliah secara daring di semester baru yang dimulai di dalam musim gugur mendatang.

Seperti dilansir CNN , Kamis (9/7), Harvard pada awal pekan telah menyampaikan maklumat kepada seluruh mahasiswa mereka, baik yang tinggal dalam rumah, asrama, atau mahasiswa ganjil bahwa seluruh materi perkuliahan mau disampaikan secara daring. Dilaporkan saat ini ada sekitar 5. 000 mahasiswa asing yang kuliah di Harvard.

“Perintah itu diberikan tanpa melalui pemberitahuan, dan terlihat kejam serta tidak bertanggung jawab. Nampaknya perintah tersebut dibuat hanya untuk menekan universitas untuk membuka kegiatan belajar di kelas pada musim gugur kelak, tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen dan pihak asing, ” kata Presiden Universitas Harvard, Larry Bacow.

Ke-2 perguruan tinggi itu mendaftarkan gugatan di Pengadilan Distrik Massachusetts. Mereka menilai aturan itu melanggar Undang-Undang Prosedur Pemerintahan.


Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Tol AS (ICE) saat ini sudah memperketat pemberian visa bagi mahasiswa asing. Mereka yang sudah berkecukupan di AS dilarang mengikuti posisi daring dan wajib tatap membuang di kelas, jika tidak mau dideportasi.

Akan tetapi, dalam beberapa kondisi mahasiswa ganjil masih diperbolehkan untuk melakukan kesibukan kuliah daring bergantian dengan tatap muka.

Menurut Kementerian Keamanan Pada Negeri AS, seluruh mahasiswa ganjil yang menempuh pendidikan di Negeri Paman Sam wajib melakukan kuliah tatap muka kecuali jika iklim mereka tidak memungkinkan untuk situasi itu.

Kedua kampus itu berpendapat keputusan ICE melarang mahasiswa asing di AS kuliah secara daring membuat mereka pada posisi serba sulit. Yakni kurun menggelar perkuliahan daring secara penuh atau tatap muka.

Selain itu, Harvard dan MIT berpendapat karena perintah yang datang hanya beberapa pekan sebelum kesibukan perkuliahan dimulai membuat mereka kesulitan untuk menyiapkan kelas.

“Bagi sebagian besar mahasiswa aneh, kembali ke tanah air itu untuk melakukan kegiatan perkuliahan dengan daring nampak mustahil, sulit diterapkan, mahal dan kemungkinan besar membahayakan, ” demikian isi memori gugatan itu.

Di sisi lain, Trump mengancam akan mencabut subsidi kepada perguruan tinggi jika menolak mengabulkan perintah tersebut.

(CNN/ayp)

[Gambas:Video CNN]