Gangguan Produksi di Teluk Meksiko Terbangkan Harga Minyak

Jakarta, CNN Indonesia —

Harga minyak   mentah dunia menguat bertambah dari 3 persen pada simpulan perdagangan Kamis (8/10) waktu Amerika Serikat ( AS ). Penguatan itu didorong oleh gangguan  produksi pada Teluk Meksiko akibat Badai Delta.

Dilansir dari Antara ,   Jumat (9/10), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember menyusun 3, 2 persen menjadi US$43, 34 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 3, 1 persen menjadi US$41, 19 per barel di New York Mercantile Exchange.



Badai Delta diperkirakan menjadi badai kategori 3 yang kuat di Pantai Teluk. Hal itu membuat produksi minyak sekitar 1, 5 juta barel dihentikan.

“Badai Delta membuat pasokan minyak mentah dan dengan semua produksi Teluk Meksiko ini offline, kami mungkin hendak kehilangan lebih dari 5 juta barel minyak karena badai, ” kata Presiden Lipow Associates di Houston Andrew Lipow.

Penguatan harga minyak juga berlaku karena berkurangnya pasokan di sedang aksi mogok pekerja di industri minyak Norwegia. Perusahaan minyak & pejabat tenaga kerja Norwegia menyatakan mereka akan bertemu dengan mediator untuk membahas aksi mogok tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Dengan pertemuan itu, perusahaan minyak dan pejabat meminta pekerja bisa berhenti melakukan kelakuan mogok kerja. Pasalnya, hal itu mengancam memotong produksi minyak serta gas Norwegia sekitar 25 tip.

Sementara, harga patra juga menguat lantaran Arab Saudi mempertimbangkan untuk menahan produksi minyak pada awal tahun depan.

“Potensi perpanjangan pemotongan buatan pasti berdampak positif bagi rekan, ” ungkap Analis di Price Futures Group Phil Flynn.

(aud/agt)