ESDM Ungkap Tiga Formula Tarif Elektrik EBT di Perpres Baru

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) melahirkan terdapat tiga formulasi harga listrik Energi Baru Terbarukan ( EBT ) dalam Peraturan Presiden ( Perpres ) terbaru. Saat ini, Perpres itu tengah dalam proses finalisasi.

“Memang untuk yang di rancangan perpres ini, ada besar mekanisme harga di situ, tiga sebetulnya. Pertama , feed-in tarif itu, untuk biaya isi penyediaan (BPP) dengan kapasitas sampai dengan 5 MW, ” ujar Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Harris Yahya pada acara launching Virtual Indo EBTKE Conex 2020, Jumat (9/10).

Kedua , ia menyatakan pemerintah juga menyiapkan formulasi Harga Patokan Tertinggi (HPT) buat EBT dengan kapasitas di berasaskan 5 MW. Terakhir , pemerintah menyiapkan sejumlah jenis energi yang harganya ditetapkan melalui kesepakatan bilateral.



Selain tersebut, lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan sebesar insentif dalam Perpres EBT tersebut. Ia menuturkan pemerintah akan menyampaikan kompensasi atau biaya penggantian dengan menutupi selisih harga yang tersedia dalam Perpres nanti dengan kehormatan BPP PLN.

Dengan catatan, harga BPP itu bertambah rendah dari harga yang ditetapkan dalam Perpres.

“Itu nanti yang akan ditutup imbalan dari APBN, ” imbuhnya.

Selain insentif biaya bangun itu, ia menuturkan jika pemerintah akan memberikan dukungan lainnya pada bentuk insentif lokasi.

“Jadi, harga teknologi dan kapasitas yang sama asalkan dipasang di Jawa dan sungguh Jawa ada perbedaan harga, itu juga melihat dari kapasitasnya, ” ucapnya.

Sebelumnya, Eksekutif Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Hariyanto juga pernah mengungkapkan sejumlah insentif lainnya untuk listrik EBT. Insentif dapat berbentuk insentif pajak seperti tax holiday & tax allowance .

Sementara kompensasi dengan disiapkan akan ditujukan untuk meringankan biaya eksplorasi panas bumi dengan dilakukan pengembang. Ia menuturkan jika Perpres itu akan diluncurkan di waktu dekat, sehingga bakal mempercepat realisasi target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025.

Selain itu, Perpres tersebut membuat listrik EBT bisa lebih kompetitif dengan bayaran dari pembangkit energi fosil.

“Perpres yang kami siapkan beberapa waktu lalu, kami sampaikan coming soon . Esensi Perpres itu adalah terpaut harga bagaimana kami tinjau biar cukup menarik bagi investor, ” ujarnya beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/age)