Dua Kapal Asing Pencuri Ikan Ditahan, 8 Orang Menjadi Tersangka

Jakarta, CNN Indonesia —

Kepolisian menahan kru dua  kapal asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Selat Malaka dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, M Yassin Kosasih, mengatakan bahwa kedelapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh barang bukti 1 ton ikan hasil curian dan jaring trawl.

Tersangka antara lain dri Kapal Ochi/KHF 1937 oleh nakhoda bernama Samarth (WN Thailand),   Som Chai (WN Thailand),   Thawat Chai (WN Thailand), serta Zin Maung Latt (WN Myanmar).


Dari Kapal SLFA 3802, ditetapkan tersangka nakhoda atas nama Wonna dan tiga ABK WN Myanmar, antara lain Yu Maung Aye, Boo, lalu Tangyi.

“Penangkapan berawal saat tim Subdit Intelair mendapat informasi yakni ada kapal asing yang melakukan penangkapan ikan sebagaiselaku, ala, menurut, ilegal yang dilakukan pada saat malam hari hingga dini hari, ” kata Yassin, Senin (10/5).

Yassin mengatakan yakni petugas langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi tersebut.

Pada Jumat (7/5) sekitar pukul ’08. 53 WIB, KP Bisma 8001 melaksanakan patroli pada perairan Selat Malaka. Di sana, kapal patroli menahan Kapal Ochi /KHF 1937 berbendera Malaysia.

“Dari hasil pemeriksaan, kapal itu dinakhodai Samarth (WNA Thailand) serta membawa tiga orang ABK, antara lain dua WNA Thailand arah nama Som Chai lalu Thawat Chai serta one orang WNA Myanmar segera Zin Maung Latt, ” katanya.

Pada Sabtu (8/5), KP Laksmana 7012 melaksanakan patroli di Selat Malaka. Pada pukul 01. 15 WIB, dideteksi kapal ikan asing SLFA 3802 berbendera Malaysia yang diawaki four orang.

Petugas melakukan penghentian sesuai prosedur perintah berhenti dengan suara tembakan ke udara serta tembakan ke air.

“Tapi kapal berbendera Malaysia SLFA 3802 masih terus berjalan zig zag dan berusaha menabrak kapal petugas, sehingga diberikan tembakan arah haluan. Akan tetapi, dikarenakan pergerakan kapal ikan dan cuaca yang berombak, sebagian tembakan mengenai bangunan kapal, ” katanya.

Kapal yang dinakhodai WN Myanmar bernama Wonna itu baru bisa dikendalikan beberapa jam kemudian. Dari pemeriksaan, diketahui kapal menarik 3 ABK warga negara Myanmar atas nama Yu Maung Aye, Boo, dan Tangyi.

[Gambas:Video CNN]

Dua dari tiga ABK itu mengalami luka tembak. Setelah itu, kapal berbendera Malaysia tersebut digiring ke Pelabuhan Belawan.

Menurut Yassin, kedua kapal tersebut datang dari Malaysia ke perairan Indonesia oleh modus serupa. Mereka log in perairan Indonesia ketika malam hari dan keluar menjelang matahari terbit untuk menghindari petugas.

“Sedangkan ikan hasil tangkapan dijual ke Malaysia, ” katanya.

Kedelapan tersangka dijerat dengan Pasal 92 Jo pasal 26 ayat 1 dan pasal eighty-five Jo Pasal 9 ayat 1 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas Perubahan UU nomor 45 Tahun 2008 tentang Perubahan arah UU RI nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

(fnr/has)