DKI soal Klaster Kantor 26 Jadi 30: Kemarin Ada yang Keselip

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta   merevisi total jumlah  perkantoran yang ditutup sementara usai terlihat karyawan positif virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansah menyebutkan hingga Jumat (7/8), pihaknya mencatat total perkantoran di ibu kota yang ditutup sementara mencapai 30 perkantoran.

Jumlah itu diketahui berserang dari data yang dirilis Disnakertrans pada Rabu (5/8) lalu sebesar 26 perkantoran. Kata Andri, penggandaan itu karena ada data dengan terselip dan belum dipisahkan.


“Nah, ternyata harus tersedia pemisahan yang WFH berapa, dengan PSBB berapa, yang PSBB pertukaran. Itu ada yang keselip , yang PSBB mendalam PSBB transisi, ” ujar Andri saat dihubungi CNNIndonesia. com , Jumat (7/8).

Lebih sendat Andri menjelaskan, penambahan itu bersumber dari pencatatan data perkantoran ditutup yang seharusnya dipisah, namun era itu ia gabungkan. Data-data itu mulai ia catat dari kala penerapan bekerja dari rumah, Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara penuh, dan PSBB Transisi.

Sementara hingga saat itu, Andri  mengatakan  secara keseluruhan telah melakukan pemeriksaan terhadap 3. 232 perkantoran di DKI Jakarta. Lantaran jumlah tersebut, ia merinci, 389 perkantoran mendapat sanksi peringatan baru.

Lalu, sebanyak 101 perkantoran diberikan sanksi peringatan ke-2. Dan, 37 perkantoran sisanya ditutup sementara. Dari jumlah perkantoran dengan ditutup, 30 karena ditemukan urusan karyawan positif, dan 7 sisanya ditutup karena melanggar protokol kesehatan tubuh Covid-19.

“Di mana 30 perkantoran kita tutup tatkala. Karena ada Covid-19, sedangkan 7 perkantoran yang kita tutup tengah karena melanggar protokol kesehatan, ” kata dia.

Disnakertrans sebelumnya merilis total 26 perkantoran di Jakarta ditutup sementara karena ditemukan kasus positif virus corona (Covid-19). Penutupan berlaku selama 3 hari untuk disterilisasi dan dikerjakan penyemprotan cairan disinfektan.

Berdasarkan data Disnakertrans hingga 4 Agustus lalu, perusahaan atau perkantoran yang ditutup memutar banyak berada di wilayah Jakarta Pusat dengan 7 perkantoran. Dalam Jakarta Timur dan Jakarta Selatan masing-masing 6 perkantoran ditutup, lalu 5 perkantoran ditutup di Jakarta Utara, dan 2 perkantoran ditutup di Jakarta Barat.

Kendati demikian, ia menegaskan, penyudahan tidak berarti dilakukan di semesta gedung perkantoran. Menurut dia, dengan ditutup hanya area yang ditemukan karyawan yang terjangkit Covid-19.

“Yang kita lakukan tidak serta merta di seluruh gedung, kecuali terjangkitnya masif, ” kata Andri, Rabu (4/8).

(thr/ain)

[Gambas:Video CNN]