Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Bui Kasus Surat Jalan Palsu

Jakarta, CNN Indonesia —

Jaksa Penuntut Umum menuntut Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan alias Djoko Tjandra   dengan pidana dua tahun penjara atas kasus pemalsuan sejumlah surat, yakni surat jalan, surat masukan pemeriksaan Covid-19, dan surat rekomendasi kesehatan.

Jaksa memperhitungkan Djoko terbukti bersalah menurut norma karena menginisiasi pembuatan sejumlah tulisan palsu tersebut. Upaya itu dikerjakan bersama-sama dengan pengacaranya, Anita Kolopaking dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

“Menuntut, menyatakan terdakwa Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan sudah terbukti melakukan tindak pidana menyuruh pemalsuan surat secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana di Pasal 263 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat satu ke-1 Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, ” ucap jaksa Yeni Trimulyani saat membacakan tulisan tuntutan, Jumat (4/12).


Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut Djoko Tjandra berbelit-belit dan tidak berterus terang dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan.

“Hal yang meringankan bahwa tersangka telah berusia lanjut, ” kata pendahuluan jaksa.

Surat-surat tersebut bertujuan untuk memuluskan langkah Djoko Tjandra dalam mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2020.

Adapun PK yang dimaksud berkaitan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menganiaya Djoko dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan kurungan arah kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali.

Mahkamah Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada akhirnya menolak permohonan PK tersebut lantaran Djoko selaku benduan korupsi tidak pernah menghadiri di setiap agenda sidang.

(ryn/psp)

[Gambas:Video CNN]