Daerah Merah Turun, Kasus Covid-19 Dampak Lebaran Belum Tampak

Jakarta, CNN Indonesia —

Juru Bicara Satgas Covid-19   Wiku Adisasmito menyebut jumlah kabupaten & kota yang menyandang  zona merah berkurang pascalibur  Lebaran .

Hal ini mengacu pada masukan zonasi yang dihimpun Satgas Covid-19 per 16 Mei. Mulanya, sebanyak 12 kabupaten/kota menyandang zona merah. Tetapi, pada 16 Mei, jumlah tersebut berkurang menjadi 7 kabupaten/kota.

“Selain itu daerah oranye juga mengalami kemerosotan jumlah, meskipun hanya kecil yaitu dari 234 kabupaten/kota menjadi 321 kabupaten/kota, ” kata Wiku dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Kamis (20/5).


Sementara, daerah kuning sejumlah kabupaten/kota justru mengalami kenaikan. Sebelumnya, sebesar 169 kabupaten/kota menyandang zona kuning. Pada 16 Mei, 177 daerah menyandang kehormatan zona kuning.

Sementara, jumlah zona muda masih tetap sama. Resi mengapresiasi pemerintah daerah sebab zona risiko tinggi serta sedang mengalami penurunan.

“Adapun dari minggu ke minggu angka daerah risiko sedang cenderung mengalami kenaikan, ” ujar Wiku.

Sementara itu, Wiku serupa mengingatkan bahwa dampak libur panjang Idul Fitri kepada kenaikan kasus Covid-19 belum terlihat.

Dampak libur lebaran, kata Wiku, baru terlihat dua tenggat tiga minggu ke pendahuluan. Wiku mengingatkan bahwa pengembangan penanganan Covid-19 mesti dilakukan bukan hanya di tujuh wilayah yang menyandang kawasan merah, melainkan di seluruh zonasi risiko.

“Utamanya dalam beberapa minggu ke depan sebagai perkiraan dampak dari libur Idulfitri, ” ujarnya.

Wiku juga meminta biar kualitas layanan kesehatan ditingkatkan. Selain itu, kata Wiku, screening dan testing pada warga yang baru kembali bepergian juga mesti ditingkatkan.

“Kesiagaan menghadapi apapun yang terjadi ke depannya adalah kunci dalam merespons modifikasi secara cepat sehingga perihal apapun tetap dapat dikendalikan, ” kata Wiku.

(iam/pmg)

[Gambas:Video CNN]