Daerah Keuangan Syariah Diklaim Lebih Tahan Pandemi

Jakarta, CNN Indonesia —

Sektor  keuangan syariah diklaim memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan konvensional selama pandemi  covid-19 .

Pendiri  PT Karim Consulting Indonesia Adiwarman Karim mengucapkan perkembangan sektor keuangan syariah tidak mengenal kondisi ekonomi. Contohnya, kata dia, meskipun ekonomi tengah jeblok akibat pandemi covid-19, pertumbuhan kekayaan bank syariah bisa lebih mulia dibandingkan bank konvensional.

“Itu (pertumbuhan aset) dua kala lipat lebih baik (aset bank syariah tumbuh) 9, 93 tip, konvensional hanya 5 persen. Siap kalau keadaan sedang susah kita better daripada konvensional, tapi kalau kejadian lagi bagus kurang lebih bisa imbangi  konvensional, ” ujarnya dalam acara Best Syariah 2020, Selasa (20/10).



Per Juli 2020 lalu, aset perbankan syariah terekam sebesar Rp542, 82 triliun. Jumlah aset itu, meliputi aset di dalam bank umum syariah, unit daya syariah, dan BPR syariah.

Serupa, sektor asuransi syariah juga diklaim bisa lebih menetap ketimbang sektor asuransi konvensional.

“Saat pandemi seperti ini, bagaimana ketahanan industri asuransi syariah? Sampai dengan Agustus kami lihat jauh lebih baik dibandingkan secara konvensional, ” kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Tatang Nurhidayat dalam kesempatan yang serupa.

Namun, ia tidak menampik jika sektor asuransi syariah juga menghadapi kendala akibat pandemi. Salah satunya, dari portofolio investasi untuk nasabah eksisting. Tetapi secara umum, ia menyebutkan jika suasana asuransi syariah masih baik.

[Gambas:Video CNN]

“Pertumbuhan new business masih dipandang jauh lebih baik dibandingkan secara asuransi konvensional, kalau asuransi formal sudah mencatatkan negatif yang cukup tinggi, tapi di syariah masa ini walaupun tidak tumbuh cantik, tapi paling tidak, tidak mengagendakan negatif sampai dengan Juni, ” katanya.

Hingga Juli 2020, aset asuransi syariah terekam sebesar Rp41, 7 triliun. Dengan total, saat ini terdapat 63 perusahaan asuransi syariah di Nusantara.

Sementara itu, total aset jasa keuangan syariah terekam sebesar Rp1. 639 triliun bola lampu Juli 2020. Jumlah itu setimpal 10, 70 persen dari pangsa pasar keuangan di Indonesia.

(ulf/sfr)