Cucu Jadi Jaminan Utang Aki, Pemberi Utang Jadi Tersangka

Jakarta, CNN Indonesia —

Seorang anak usia lima tahun di Bogor berinisial MR dibawa pergi sebab seseorang bernama Nurhalimah pokok utang yang dimiliki oleh kakek dan nenek MR.

Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Juli 2021. Saat itu  Nurhalimah datang ke kediaman Yanto, kakek korban terkait kesibukan utang piutang.

“Menanyakan terkait dengan MR, cucunya pak Yanto untuk dibawa bersama ibu Nurhalimah dan sejak saat itu pak Yanto dan pokok Mardiyah ini tidak bisa menemui cucunya kurang lebih sekitar 20 hari sejak tanggal 16 Juli sampai dengan 6 Agustus, ” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam rekaman perkataan yang diterima, Selasa (10/8).


Yanto selaku kakek dari MR lantas melaporkan kejadian itu ke Polresta Bogor Kota. Laporan itu lantas ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Bujang dan Perempuan (PPA).

Hasilnya, kata Susatyo, MR berhasil ditemukan dan langsung diserahkan kembali kepada pihak tim. Setelahnya, kepolisian berkoordinasi dengan pihak P2TPA2 untuk menilik sekaligus memulihkan kondisi ilmu jiwa dari MR.

Susatyo berujar pihaknya selalu memeriksa sebanyak lima orang saksi untuk menyelidiki kejadian ini, termasuk pemeriksaan kepada Nurhalimah.

“Dan (Nurhalimah) kami tetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Bab 88 UU perlindungan bani dan atau Pasal 330 KUHP, yang pada intinya adalah mengambil alih penguasaan atas anak atau belum cukup akal secara melawan lembaga, ” tuturnya.

Susatyo menerangkan kasus ini  berkaitan utang Yanto dan Mardiyah  kepada  Nurhalimah senilai Rp15, 4 juta. Nurhalimah  kemudian mengambil cucu Yanto  dan Mardiyah  sebagai gadai.

“Seolah-olah abu Yanto ini berpindah-pindah sendi sehingga sebagai jaminan yakni adalah cucunya, pak Yanto dan ibu Mardiyah tersebut di dalam tekanan untuk pasrah menerima cucunya itu diambil oleh Nurhalimah, ” perkataan Susatyo.

Semasa berada di bawah penyerobotan Nurhalimah, kata Susatyo, Yanto dan Mardiyah pun tak bisa bertemu dan berkomunikasi dengan cucunya. Sehingga, perihal itupun dilaporkan ke bagian kepolisian.

“Kami fokus terhadap penanganan untuk pengambilalihan anak atau belum remaja secara melawan patokan, ” ucap Susatyo.

(dis/ugo)

[Gambas:Video CNN]