Buntut Panjang Bagi Anak Akidi Tio, Kisruh Sumbangan Rp2 T

Jakarta, CNN Indonesia —

Nama Akidi Tio   viral sesudah mendonasikan Rp 2 triliun melalui anaknya Heriyanty   untuk bantuan penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Namun, bilyet giro yang diserahkan ke Polda Sumatera Selatan pada 29 Juli tidak bisa dicairkan hingga jatuh tempo pada two Agustus lalu.

Kasus hoaks donasi Rp 2 T berkembang pada penemuan Heriyanty, anak bungsu Akidi Tio, yang dikatakan memiliki utang sebesar Rp 2, 3 M kepada Siti Mirza Nuria, seorang dokter spesialis kandungan di Palembang, Sumatera Selatan.

Siti Mirza menuturkan permasalahan utang berawal pada Mei 2019. Saat itu Heriyanty menawarkan kerja sama bisnis ekspedisi kepada Siti Mirza.


Heriyanty menjanjikan Siti keuntungan 10 sampai 12 persen setiap bulan dari uang yang diinvestasikan.

Pada langkah pertamanya, Siti memberikan Rp600 juta karena pembayaran lancar dalam enam bulan pertama. Siti mengajukan pinjaman ke bank dan memberikan total duit investasi kepada Heriyanty sebesar Rp1, 8 miliar, namun pada Januari 2020 pembagian keuntungan mulai macet.

Heriyanty kembali meminjam uang sebanyak Rp500 juta kepada Siti dengan tanda membayar pajak kendaraan ekspedisi sehingga total uang yg telah diberikan Siti Mirza kepada Heriyanty berjumlah Rp2, 3 miliar.

Saat dikontak CNNIndonesia. com melalui sambungan telepon pada Jumat (6/8), Siti mengatakan, “Saya tadi baru konsul di Polda. Saya masih butuh waktu mempertimbangkannya (membuat laporan penipuan) karena seandainya pun saya lapor, saya tahu keuangan Heriyanty sedang terpuruk jadi belum tentu juga uang saya kembali”.

Kasus donasi Rp2 T bahkan membuat Kapolda Sumsel diperiksa Mabes Polri. Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Eko Indra Heri diperiksa oleh Bernard Pengawasan dan pemeriksaan Khusus (Wasriksus) Inspektorat Pengawasan Umum Polri selama enam quickly pull pada kamis (5/8).

Irjen Eko Indra Heri dapat disebut sebagai salah satu pihak yg turut bertanggung jawab dikarenakan mempublikasikan sumbangan tersebut dengan tidak menelusuri lebih jauh mengenai keberadaan uang bantuan. Dirinya disebut merupakan teman dri almarhum Akidi Tio ketika masih bertugas di Aceh.

Pemeriksaan Irjen Eko Indra Heri berlangsung tertutup, namun tim Mabes Polri memastikan bahwa bernard penyidik Reserse Kriminal Umum bekerja profesional menyelesaikan fall dana hibah Covid-19 terkait.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi termasuk Heriyanty atas polemik dana hibah Rp 2 T penanganan Covid-19.

Penyidik Polda Sumsel berencana memeriksa lima orang anak Akidi Tio yang diketahui berdomisili di Jakarta. Namun pemeriksaan masih menunggu balasan Financial institution Indonesia dan PPATK terkait pemeriksaan rekening milik Heriyanty.

Heriyanty sendiri telah menjalani tes kejiwaan yang diterapkan oleh psikolog dari Polda Sumsel pada kamis (5/8).

“Progress untuk Heriyanty dilakukan pemeriksaan kejiwaan oleh psikolog dari Polda Sumsel. Kita Juga minta bantuan kepada Psikolog yang ada di Jakarta untuk pemeriksaan psikologi ini. Hasilnya masih tunggu karena tidak dapat langsung keluar, ” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi.

Pemeriksaan proses kejiwaan sempat tertunda karena dua hari sebelumnya Heriyanty mengaku kesehatannya menurun. Namun hasil tes PCR dari Dinas Kesehatan Sumatera Selatan menyatakan Heriyanty negatif terpapar Covid-19 sehingga Polda Sumsel akan segera melakukan pemeriksaan lanjutan.

(ben/fea)

[Gambas:Video CNN]