Bukit Merapi Siaga, Polisi Halau Kehadiran Wisatawan

Jakarta, CNN Indonesia —

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III), sejak tanggal Kamis (5/11) pukul 12. 00 WIB.

Dengan peningkatan status tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman telah menutup tengah kegiatan pariwisata di Bukit Klangon, Bunker, Kaliadem, Kinahrejo (petilasan Mbah Maridjan), dan wisata religi Turgo yang berada di Dusun Kinahrejo yang menjadi salah satu zona rawan erupsi Merapi.

Namun demikian dari pantauan CNNIndonesia. com di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, pada Sabtu (7/11), masih banyak wisatawan yang ingin berwisata ke wilayah tersebut.


Oleh karenanya, Babinkamtibmas Desa Umbulharjo, Slamet Riyadi giat menghalau puluhan wisatawan yang sampai silih berganti, sejak Sabtu cepat.

“Sejak kemarin, tersedia ratusan wisatawan yang ingin menyelap ke sini, ” kata Slamet.

Menurutnya, kebanyakan wisatawan mengaku tak tahu terkait pengembangan status Merapi.

“Mereka kebanyakan dari wisatawan yang sampai dari luar Sleman, seperti Magelang, ” sambungnya.

Wisatawan yang dihentikan petugas di kira-kira 6 km dari puncak Merapi, kemudian diberi pembinaan oleh Babinkamtibmas.

Seorang wisatawan sejak Bantul, Novi mengaku, dirinya bergabung teman-temannya bermaksud hendak ke bunker.

Namun karena dilarang oleh petugas, mereka akhirnya cuma berfoto-foto di lokasi penghentian.

(sut/ard)

[Gambas:Video CNN]