Buatan Antigen Palsu di Bandara Semarang Berkop RS TNI

Semarang, CNN Indonesia —

Aksi pemalsuan  hasil ulangan antigen virus corona ( Covid-19 ) berhasil diungkap petugas gabungan Polri- TNI di Bandara Internasional Ahmad Menjalankan Semarang , Jawa Sedang. Surat palsu yang dipergunakan berkop rumah sakit milik TNI.

Penerapan surat palsu tersebut bermula ketika Pratmin (56) ingin pulang ke Kota Pekanbaru, Riau menggunakan pesawat kongsi Lion Air pada Selasa (18/5). Saat diperiksa, aparat curiga melihat surat data tes Antigen Covid-19 yang dibawa Pratmin.

Dalam surat berkop Laboratorium Klinik Rumah Sakit Dr. Asmir Ulama Dr. Muwardi Salatiga, terekam pemeriksaan dilakukan pada 18 Mei 2021 pukul 08. 04, padahal pada keadaan dan jam itu, Pratmin berada di Bandara.


“Jadi era diperiksa, petugas di Bandara langsung curiga. Dalam tulisan tersebut tertulis pemeriksaan di dalam 18 Mei jam 8 pagi, padahal hari itu pada jam yang serupa, iklim tersangka ada di Bandara, pas di depan petugas lagi, ” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu ( 19/5).

Selain itu, nama penguasa kepala rumah sakit pada surat yang dibawa tersangka, ternyata sudah berpindah perintah ke rumah sakit lain sejak sebulan lalu. Pratmin lantas diamankan ke Mapolsek Semarang Barat.

“Kemudian kita kroscek, penguasa yang tanda tangan di surat ternyata sudah pindah lama. Ya sudah, kita pastikan ini palsu, simpulan langsung kita bawa ke Polsek, ” kata Irwan.

Dandim 0733 BS Semarang Kolonel Yudhi Diliyanto cerai-berai ikut menerjunkan Tim beserta Denpom IV Semarang buat mendalami temuan kasus tulisan antigen palsu yang dikhawatirkan melibatkan oknum personel TNI.

“Kami pula ikut terjunkan Tim bersama Denpom, untuk mencari cakap apakah ada oknum TNI yang terlibat, karena Vila Sakit disebut adalah Sendi Sakit Tentara. Dari buatan penyelidikan, ternyata nihil”, sebutan Yudhi.

Pada Polisi, tersangka Pratmin mengiakan surat palsu tersebut diperoleh dari seseorang yang mempersilakan surat tes antigen gampang. Dengan hanya membayar 100 ribu, surat itu kesudahannya diperoleh.

“Saya dapat dari seseorang. Karakter itu datang ke beta nawarin itu. Karena melimpah dan tak ribet, akhirnya ya saya ambil, hanya bayar 100 ribu. Aku nyesel , ” ujar Pratmin.

Urusan temuan surat palsu luput Covid-19 ini merupakan urusan kedua yang diungkap Polrestabes Semarang di Bandara Universal Ahmad Yani Semarang.

Sebelumnya, pada 8 Mei 2021 lalu, seorang colon penumpang bernama Erwin Ahmad Sirajudin, warga Banten yang membawa surat ulangan PCR palsu berkop Intibios Lab.

(dmr/bmw)

[Gambas:Video CNN]